(Taiwan, ROC) - Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) akan meningkatkan pembayaran untuk dokter unit gawat darurat (UGD) di rumah sakit untuk menanggapi terus berkurangnya dokter yang menangani pelayanan gawat darurat, demikian diungkapkan Menteri Kesehatan Chiu Tai-yuan (邱泰源) saat menghadiri sidang interpelasi di Yuan Legislatif pada hari Senin, merespons keprihatinan yang diajukan oleh legislator Chen Ching-hui (陳菁徽) dan Wang Yu-min (王育敏) dari Partai Kuomintang (KMT).
Chiu mengatakan, "Pertama, dalam hal pelayanan gawat darurat, mengingat kepadatan selama periode Tahun Baru Imlek, selain berusaha sebaik mungkin untuk menjaga, mendorong, dan memperbaiki lingkungan kerja untuk para pekerja perawat, kami juga akan memberlakukannya pada para dokter, karena ini adalah sebuah tim, maka pembayaran akan ditingkatkan di area ini. Kedua, kami juga berharap dapat melakukan perawatan medis berjenjang."
Menurut statistik dari Perhimpunan Kedokteran Darurat Taiwan (Taiwan Society of Emergency Medicine/TSEM), 66 dokter gawat darurat telah berhenti bekerja sejauh ini tahun ini, dan lebih dari 50 diperkirakan akan berhenti lagi, sehingga jumlah total pengunduran diri dokter gawat darurat tahun ini diperkirakan mencapai 120.
TSEM menegaskan, kondisi kekurangan tenaga kerja dalam perawatan gawat darurat dan kritis diperkirakan semakin serius, terutama dengan peningkatan pesat epidemi COVID-19 domestik baru-baru ini. Banyak yang khawatir bahwa kapasitas medis mungkin tidak mencukupi, dan situasi kemacetan darurat di awal tahun ini akan muncul kembali.
Sebelumnya, MOHW telah mengusulkan tiga tindakan pencegahan untuk menyelesaikan masalah kepadatan UGD, termasuk alokasi tempat tidur rumah sakit, integrasi regional untuk melaksanakan pengalihan dan pemeringkatan, dan alokasi dana NT$4,2 miliar pada bulan Mei untuk meningkatkan pembayaran untuk dokter UGD, yang diperkirakan dimulai pada bulan Juni.