(Taiwan, ROC) -- Wakil Menteri Perekonomian Taiwan, Chiang Wen-jo (江文若) memimpin delegasi ke Swedia pada tanggal 2-4 Juni untuk menghadiri pertemuan bilateral. Dirinya juga memberikan pidato di parlemen Swedia yang dihadiri lebih dari 10 anggota parlemen yang mendengarkan secara penuh dan terlibat dalam diskusi hangat, mempererat hubungan politik dan ekonomi bilateral antara Taiwan dan Swedia.
Chiang Wen-jo (江文若) bersama Wakil Menteri Urusan Perdagangan Kementerian Luar Negeri Swedia, Hakan Jevrell, bersama-sama memimpin “Dialog Ekonomi dan Perdagangan Taiwan-Swedia 2025”, dengan topik pertukaran pandangan meliputi kebijakan energi, transformasi hijau, ekonomi sirkular, hak kekayaan intelektual, serta ekosistem startup.
Keduanya juga bersama-sama menghadiri “Pertemuan Kerja Sama Ekonomi Taiwan-Swedia ke-41 (JBC)”. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1986, JBC Taiwan-Swedia telah menjadi platform kerja sama ekonomi dan perdagangan tertua antara Taiwan dan negara-negara Eropa, yang berfokus pada peluang bisnis di bidang teknologi informasi dan komunikasi serta satelit orbit rendah.
Atas undangan “Asosiasi Parlemen Taiwan-Swedia / STPA”, Chiang Wen-jo (江文若) menyampaikan pidato khusus bertajuk “Memperkuat Kolaborasi Taiwan-Swedia dalam Membangun Rantai Pasok yang Tangguh”. Ketua Komite Industri dan Perdagangan Parlemen Swedia, Tobias Andersson, menyambut hangat kunjungan delegasi Taiwan yang dipimpin Wakil Menteri Chiang. Dirinya menegaskan bahwa daya saing dan performa ekonomi Taiwan sangat mengesankan dan menjadikannya sebagai mitra dagang penting bagi Swedia. Banyak perusahaan Swedia yang memberikan penilaian tinggi terhadap perkembangan industri dan iklim ekonomi Taiwan, serta berharap kedua pihak dapat semakin memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan di atas fondasi yang kuat ini.
Dalam pidato pengantarnya, Kepala Kantor Perwakilan Taiwan untuk Swedia, Gu Ruey-sheng (谷瑞生) menjelaskan secara rinci bahwa Taiwan merupakan bagian penting dari rantai pasok industri global. Gu menekankan bahwa hubungan ekonomi dan industri antara Taiwan-Swedia bersifat saling melengkapi dan saling menguntungkan, serta mitra demokratis yang menjunjung nilai-nilai universal. Taiwan saat ini merupakan negara pemasok impor terbesar ke-12 dan negara tujuan ekspor terbesar ke-20 bagi Uni Eropa. Dirinya pun menghimbau agar Swedia secara aktif mendorong Uni Eropa untuk segera memulai perundingan dan menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi (EPA) dengan Taiwan, guna memperkuat ketahanan dan ketergantungan ekonomi di antara negara-negara demokratis.
Chiang Wen-jo (江文若) menjelaskan posisi krusial Taiwan dalam rantai pasok global, serta memaparkan kebijakan pengembangan lima industri andalan Taiwan yang dapat dipercaya. Dirinya juga membagikan strategi Taiwan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global saat ini. Dalam kesempatan tersebut, Chiang berdiskusi secara mendalam dengan anggota parlemen lintas partai dan penasihat fraksi mengenai kebijakan pengembangan energi Taiwan serta strategi penataan industri semikonduktor. Penjelasan tersebut mendapat sambutan hangat dan apresiasi tinggi dari para anggota parlemen yang hadir.
Dalam kunjungannya kali ini, Chiang Wen-jo (江文若) juga menyambangi Ericsson, perusahaan terkemuka Swedia di bidang teknologi komunikasi 5G, serta SHL Medical, investor asing penting di sektor kesehatan. Chiang menyampaikan harapannya agar Taiwan dan Swedia terus memperdalam serta memperluas kerja sama di bidang industri telekomunikasi dan bioteknologi.