History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan untuk Pertama Kalinya akan menjadi Tuan Rumah Konferensi Poliglot

  • 07 June, 2025
  • 李珮菁
Taiwan untuk Pertama Kalinya akan menjadi Tuan Rumah Konferensi Poliglot
Poster acara Konferensi Poliglot 2025 (foto: situs web 2025 Polyglot Conference Taipei)

(Taiwan, ROC) -- Konferensi poliglot telah diselenggarakan sejak tahun 2007, menarik orang-orang dari seluruh dunia yang memahami pendidikan bahasa, revitalisasi bahasa, dan topik terkait lainnya, berpartisipasi dan bertukar pengalaman. Konferensi poliglot, untuk pertama kalinya akan diadakan di Taiwan pada bulan November tahun ini. Setelah Jepang, Taiwan menjadi negara atau wilayah kedua di Asia yang memperoleh hak untuk menjadi tuan rumah. Para pembicara kini sedang direkrut. Para penutur asli dan orang asing di Taiwan dipersilakan mendaftar dan berpartisipasi dalam acara tersebut.

Ketua Asosiasi Pengembangan dan Promosi Pembelajaran Multibahasa (Polyglot Immersion Taiwan) Terry Hsieh (謝智翔) menyampaikan, bahwa Yayasan Penelitian dan Pengembangan Bahasa Suku Penduduk Asli (ILRDF) mengirim perwakilan ke Konferensi Multibahasa Dunia (Konferensi Poliglot) untuk pertama kalinya pada tahun 2023 dan mengusulkan untuk memperjuangkan hak tuan rumah, membuka kemungkinan menjadi tuan rumah konferensi di Taiwan. Bagi pendiri Konferensi Poliglot, sumber daya bahasa khusus, tempat yang sesuai dan sumber daya yang cukup untuk mendukung kegiatan tersebut merupakan faktor-faktor yang menentukan apakah negara atau wilayah tersebut dapat memperoleh hak untuk menjadi tuan rumah konferensi. Taiwan kebetulan memiliki sumber daya bahasa yang kaya. Bahasa-bahasa lokalnya sendiri meliputi bahasa Hokkien Taiwan, Hakka, dan lebih dari 16 bahasa daerah, bahkan tempat kelahiran rumpun bahasa Austronesia. Oleh karena itu, Taiwan akhirnya memenangkan hak untuk menjadi tuan rumah Konferensi Poliglot Dunia tahun ini dengan Polyglot Immersion Taiwan sebagai penyelenggaranya.

Terry Hsieh mengutarakan, bahwa Konferensi Poliglot berbeda dengan konferensi akademis pada umumnya. Konten yang dipublikasikan tidak terbatas pada karya akademis, dan pembicaranya tidak terbatas pada akademisi. Ada beberapa kasus yang membuatnya terkesan pada konferensi-konferensi sebelumnya. Misalnya, seorang wanita yang pernah bekerja di Bank Dunia senang belajar bahasa asing. Setelah pensiun, dia menghabiskan banyak waktu mempelajari bagaimana orang-orang setengah baya dan lanjut usia belajar bahasa asing, dan membagikan temuannya pada konferensi tahun 2023. Selain itu, seorang insinyur Tiongkok yang tinggal di Seattle, AS, memiliki beberapa pengalaman dalam mempelajari bahasa Uyghur, jadi dia juga mempromosikan bahasa yang kurang dipelajari ini di konferensi tersebut.

Terry Hsieh menyampaikan, bahwa baik tentang sejarah Taiwan atau promosi Hakka, semua jenis topik yang berhubungan dengan bahasa sangat dipersilakan untuk diajukan. Penyelenggara Konferensi Poliglot bahkan telah menyatakan minat yang besar terhadap bahasa Hanxi Yilan, dan berharap para pakar rakyat muncul untuk memuaskan rasa ingin tahu kelompok pecinta bahasa ini dan membiarkan dunia melihat keindahan bahasa Taiwan.

Komentar

Terbarumore