(Taiwan, ROC) --- Baru-baru ini di Pulau Tasmania, Australia, seorang warga yang sedang mengajak anjingnya jalan-jalan di pantai tiba-tiba menemukan ikan raksasa langka yang terdampar di pantai.
Setelah gambarnya viral di internet, diketahui bahwa itu adalah ikan oarfish yang sering dianggap sebagai ikan gempa, yang kemudian memicu banyak diskusi.
Menurut media ABC (Australian Broadcasting Corporation) dan The Guardian, seorang wanita bernama Sybil Robertson menemukan ikan raksasa sepanjang sekitar 3 meter yang terdampar di Ocean Beach di pantai barat Tasmania pada Senin pagi hari (2/6) saat sedang mengajak anjingnya jalan-jalan.
Sybil Robertson mengatakan bahwa awalnya dia hanya tahu itu adalah ikan yang sangat panjang, tapi tidak tahu ikan apa.
Sybil Robertson memposting gambar ikan tersebut di grup komunitas lokal di media sosial, dan kemudian mengetahui bahwa itu adalah ikan oarfish.
Sybil Robertson mengatakan bahwa kilauan dan pola di sekitar kepala ikan tersebut sangat indah, dan meskipun ada beberapa luka di bagian tengah tubuhnya, ikan tersebut terlihat dalam kondisi baik.
Profesor Neville Barrett, ahli biologi ikan dan Wakil Profesor dari Institut Penelitian Kelautan dan Antarktika Universitas Tasmania menjelaskan bahwa ikan oarfish yang ditemukan ini dalam kondisi yang sangat baik.
Seorang wanita bernama Sybil Robertson menemukan ikan raksasa sepanjang sekitar 3 meter yang terdampar di Ocean Beach di pantai barat Tasmania pada Senin pagi hari (2/6). 圖:YAHOOTAIWAN
Ikan jenis ini bisa tumbuh hingga panjang 8 meter dan hidup di kedalaman laut antara 150 hingga 1000 meter, sehingga sangat jarang orang bisa melihat ikan ini hidup.
Neville Barrett mengatakan, untuk makhluk yang bisa mencapai panjang maksimal 8 meter ini, butuh waktu setidaknya 20 hingga 30 tahun untuk mencapai ukuran dewasa, seperti kebanyakan ikan laut dalam yang memiliki umur panjang.
Ikan oarfish ini sering dikaitkan dengan bencana alam. Kepercayaan ini kembali populer ketika sejumlah besar ikan ini muncul sebelum gempa bumi dan tsunami Tohoku di Jepang pada tahun 2011 silam.
Namun, Neville Barret menyebutkan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang cukup yang menerangkan jika ikan oarfish ini bisa merasakan sinyal getaran bencana alam yang akan terjadi.
Dia menekankan bahwa kemunculan ikan oarfish di pantai hanyalah sebuah kebetulan semata.
Lebih lanjut, Neville Barrett menyampaikan bahwa gempa besar mungkin bisa mengganggu ikan di perairan menengah, sehingga membuat mereka terkejut dan berakhir pada kemunculan ikan-ikan ke permukaan. Namun, hal itu biasanya akan terjadi bersamaan dengan bencana yang ada, bukan sebelumnya.
Faktanya, pada Februari tahun ini, seekor ikan oarfish juga ditemukan di Kepulauan Canary, Spanyol, dengan dua kumis merah panjang di kepalanya. Seiring dengan meningkatnya frekuensi penemuan ikan oarfish di pantai-pantai yang ramai aktivitas manusia dalam beberapa tahun terakhir, Asosiasi Konservasi Laut Amerika Serikat menilai hal ini mungkin terkait dengan perubahan ekologi laut.