(Taiwan, ROC) --- Otoritas pengawas makanan dan obat-obatan di Taiwan (Food and Drug Administration FDA) mengumumkan peraturan keamanan pangan baru, dimana pedagang tidak boleh memegang uang dan makanan secara bersamaan. Pelanggar akan dikenakan denda berkisar NT$60.000 hingga NT$200 juta.
Menanggapi aturan baru tersebut, para ahli medis dan kesehatan masyarakat menilai bahwa meskipun peraturan ini memiliki niat baik, tetapi implementasinya akan sulit karena transaksi tunai masih menjadi cara utama dalam kehidupan sehari-hari di Taiwan.
Tingkat penggunaan pembayaran digital masih rendah, dan generasi yang lebih tua sering mengalami kesenjangan digital, sehingga lebih sulit untuk menggunakan pembayaran melalui ponsel.
Profesor Chen Hsiu-his (陳秀熙) dari Departemen Epidemiologi dan Kedokteran Preventif Universitas Nasional Taiwan menjelaskan bahwa banyak negara berusaha menerapkan model pembayaran digital dengan cara memindai melalui ponsel.
Selain cepat dan nyaman, hal ini juga dapat menghindari kontak dengan bakteri pada uang kertas dan koin. Sejak sepuluh tahun lalu, komunitas kesehatan masyarakat telah merekomendasikan transaksi non-tunai. Banyak tempat terus mendorong pembayaran digital, dan kaum muda sekarang hanya perlu menggesek smartphone mereka untuk naik bus atau berbelanja.
Profesor Chen Hsiu-hsi menjelaskan bahwa hingga saat ini masih banyak masyarakat yang terbiasa dengan transaksi tunai, terutama di pasar tradisional dan warung makanan kecil dimana pembayaran digital belum umum digunakan.
Penerapan peraturan baru yang akan berlaku segera ini dikhawatirkan akan menyulitkan pedagang dan konsumen.
Di samping itu, Dokter Yen Tzung-hai (顏宗海), menjelaskan bahwa permukaan uang kertas dan koin dipenuhi mikroorganisme dari lingkungan, seperti Salmonella, E. coli, dan Staphylococcus aureus yang resistan terhadap antibiotik.
Banyak pedagang yang menerima uang sambil memasak, yang dapat mengakibatkan kontaminasi makanan oleh bakteri. Orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah yang mengonsumsi makanan terkontaminasi berisiko terkena gastroenteritis akut dengan gejala demam dan muntah.
Dokter Yen Tzung-hai menambahkan, dari sudut pandang medis klinis, dia tentunya mendukung kebijakan pemerintah untuk melarang pedagang memegang uang dan makanan secara bersamaan.
Namun, perlu juga untuk mempertimbangkan masalah efisiensi gerak para pedagang. Konsumen juga harus siap mental karena waktu penyiapan makanan akan lebih lama dan harus lebih sabar menunggu.