History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Mengenang Peristiwa 4 Juni, Kelompok Sipil Dukung Tahanan Politik Tiongkok dan Serukan Dukungan untuk Pemakzulan dan Menentang Otoritarianisme

  • 04 June, 2025
  • 尤繼富
Mengenang Peristiwa 4 Juni, Kelompok Sipil Dukung Tahanan Politik Tiongkok dan Serukan Dukungan untuk Pemakzulan dan Menentang Otoritarianisme
Mengenang Peristiwa 4 Juni, Kelompok Sipil Dukung Tahanan Politik Tiongkok dan Serukan Dukungan untuk Pemakzulan dan Menentang Otoritarianisme 楊仁翔 攝

(Taiwan, ROC) --- Beberapa organisasi masyarakat sipil, termasuk Taiwan Society North dan Yayasan Peng Ming Min, berkumpul di Yuan Legislatif pada Rabu hari ini (4/6) untuk menunjukkan solidaritas kepada 14 tahanan politik dari Tiongkok dan Hong Kong yang masih ditahan, termasuk Wang Bing-zhang (王炳章) dan Jimmy Lai (黎智英).

Mereka juga menyerukan kepada publik untuk memperhatikan krisis internal yang sedang dihadapi sistem demokrasi Taiwan, dan mendukung gerakan pemakzulan untuk mengenang Peristiwa 4 Juni dan melawan otoritarianisme.

Pada 4 Juni 1989, mahasiswa di Beijing yang memperjuangkan demokrasi dan kebebasan secara damai mengalami penindasan berdarah oleh pemerintah Tiongkok. Menanggapi hal ini, berbagai organisasi masyarakat sipil Taiwan menyatakan di Yuan Legislatif bahwa selama 36 tahun, pemerintah Tiongkok bukannya melakukan introspeksi, malah memperluas penindasan terhadap para pembangkang, menahan tahanan politik, merusak Hong Kong, dan melakukan infiltrasi terhadap demokrasi Taiwan.

Mereka bersama-sama menyerukan agar pemerintah Tiongkok segera membebaskan 14 tahanan politik tersebut, dan mendesak masyarakat Taiwan untuk waspada terhadap krisis demokrasi yang sedang dihadapi Taiwan saat ini.

Yang Huang Mei-xing (楊黃美幸), Ketua Dewan Yayasan Pendidikan Peng Ming Min menyatakan bahwa Taiwan juga pernah mengalami periode darurat militer selama bertahun-tahun, oleh karena itu kita lebih memahami bahwa demokrasi dan kebebasan tidak jatuh begitu saja dari langit. Ia menyerukan semua pihak untuk bersama-sama mendukung para pejuang HAM yang ditahan di Tiongkok.

Yang Huang Mei-xing menyampaikan bahwa sistem satu partai PKC bertentangan dengan HAM dan demokrasi, dan juga merupakan akar penyebab ketidakstabilan situasi di Asia Pasifik. Bagi para pejuang HAM yang berjuang sendirian, dukungan dari dalam dan luar negeri memberikan kekuatan mental yang luar biasa, memungkinkan mereka untuk terus maju dan memperjuangkan HAM dan kebebasan tanpa kenal lelah.

Robert Tsao (曹興誠), pendiri UMC dan relawan Aliansi Anti-Komunis Pelindung Taiwan menyatakan bahwa Peristiwa 4 Juni membuat dunia memahami bahwa hampir mustahil bagi pemerintah otoriter untuk melepaskan kekuasaannya sendiri.

Sementara Taiwan telah melalui perjuangan untuk mencapai demokrasi seperti sekarang, PKC justru menggunakan KMT untuk menyusup ke Taiwan, karena itu ia menyerukan masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan pemakzulan besar-besaran.

Robert Tsao mengatakan, "Ini bukan perselisihan antara DPP dan KMT, ini adalah pertarungan terakhir antara mempertahankan atau kehilangan kedaulatan kita, jadi saya berharap semua orang bisa bangkit mendukung gerakan pemakzulan ini, harus bangkit melampaui batas partai."

Anggota Yuan Legislatif dari Partai DPP Ngalim Tiunn (張雅琳) yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa pada Peristiwa 4 Juni saat itu, mahasiswa yang penuh harapan digilas oleh tank dan peluru. Sekarang partai oposisi terus merusak sistem konstitusional, warga Taiwan tidak bisa mengabaikan atau melupakan hal ini. Ia menyerukan masyarakat untuk mendukung gerakan pemakzulan untuk memenuhi tanggung jawab melindungi demokrasi.

Komentar

Terbarumore