(Taiwan, ROC) --- Meski musim taifun Taiwan biasanya jatuh antara Juli hingga September, tetapi Samudera Pasifik biasanya sudah mulai terlihat pembentukan taifun.
Hingga berita ini dirilis, situasi di Samudera Pasifik masih terlihat sunyi, meski ada beberapa gangguan tropis yang berkembang, tapi tidak ada yang menguat menjadi taifun.
Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) menunjukkan bahwa jumlah pembentukan taifun tahun ini jauh di bawah nilai iklim periode yang sama, dan ini adalah salah satu tahun langka sejak 2016 di mana tidak ada taifun yang terbentuk hingga bulan Juni.
Pakar CWA, Lin Ding-yi (林定宜) menjelaskan bahwa hingga 3 Juni tahun ini, belum ada taifun yang terbentuk di Samudera Pasifik, dan saat ini juga belum ada tanda-tanda pembentukan taifun.
Mengenai kemungkinan waktu pembentukan taifun tahun ini, Lin Ding-yi mengatakan bahwa model prakiraan saat ini untuk periode 8 hari hingga 10 hari ke depan tidak menunjukkan adanya gangguan tropis khusus di Laut Tiongkok Selatan, hanya ada aktivitas tekanan rendah.
Namun, minggu depan perlu diperhatikan kemungkinan perkembangan gangguan tropis, meski situasi dan lokasi selanjutnya masih sangat tidak pasti.
Mengilas kembali situasi yang terjadi pada tahun 2016, taifun pertama, yakni Taifun Nepartak, baru terbentuk pada 2 Juli 2016. Sejak awal, taifun ini memiliki struktur sirkulasi yang sangat besar dan dengan cepat berkembang menjadi taifun kuat dengan mata taifun yang jelas dan struktur yang solid. Taifun ini kemudian menyapu kawasan Taiwan pada 8 Juli.
Menurut data dari CWA, pusat Taifun Nepartak mendarat di Taimali, Taitung pada 8 Juli 2016, kemudian meninggalkan Taiwan dari Distrik Jiangjun, Tainan pada sore hari yang sama.
Selama periode tersebut, Taitung mengalami angin kencang dengan level 17, menyebabkan 3 orang meninggal, 311 orang terluka di seluruh Taiwan, dan kerugian pertanian mencapai lebih dari NT$600 juta.