(Taiwan, ROC) - Perihal adanya perbedaan pendapat di sejumlah tempat tentang penggantian nama jalan lokal yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (MOI) sesuai dengan Undang-Undang Promosi Keadilan Transisi dan resolusi Yuan Legislatif tahun 2023, Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang (劉世芳) menegaskan bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan warga setempat harus mencapai konsensus sebelum kebijakan terkait dipromosikan.
Berbicara bersama reporter di Yuan Legislatif pada hari Senin, Menteri Liu mengemukakan bahwa MOI menangani masalah penggantian nama jalan sesuai dengan hukum, tetapi keadilan prosedural juga harus diperhitungkan dalam proses mempromosikan keadilan transisi, untuk itu saat ada kesulitan dalam hal mengubah nama jalan, menyingkirkan patung, atau simbol otoritas lainnya, konsensus harus dicapai antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan warga setempat sebelum kebijakan dipromosikan.
Liu mengatakan, "Pada saat yang sama, ketika kami menugaskan para cendekiawan dan pakar untuk melakukan penelitian, kami secara khusus menyebutkan bahwa jika ada masalah dalam mempromosikannya, kami sarankan agar ditangani sebagai masalah otonomi daerah, yaitu dari bawah ke atas, jadi MOI sekarang menanganinya dengan cara ini."
MOI baru-baru ini mengumumkan, sesuai dengan ketentuan Pasal 5 dan Pasal 11-2 Undang-Undang Promosi Keadilan Transisi, serta resolusi yang dibuat oleh Yuan Legislatif dalam meninjau anggaran umum pemerintah pusat pada tahun 2023, MOI diharuskan untuk menyelesaikan rencana demonstrasi untuk "membangun mekanisme koordinasi pemerintah pusat dan daerah untuk menangani penggantian nama jalan yang memakai nama penguasa otoriter"; oleh karena itu, akan mempromosikan penggantian nama "Zhongzheng Road" dan "Jingguo Road" di seluruh Taiwan.
Rencana penggantian nama jalan ini segera memicu kontroversi di sejumlah tempat, dan dikritik akan menghabiskan banyak uang dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.
Untuk diketahui, Zhongzheng (中正) adalah nama alias dari mendiang Presiden Chiang Kai-shek (蔣介石), sedangkan Jingguo (經國) adalah nama mendiang Presiden Chiang Ching-kuo (蔣經國).