(Taiwan, ROC) -- Guna memperjuangkan hak karbon pertama dari karbon alami lokal Taiwan, Bursa Efek Taiwan pada hari ini (27/5) bekerja sama dengan berbagai kementerian terkait bersama-sama menggelar upacara pelunguran “Rencana Aksi Kolaborasi Berkelanjutan Karbon Alami Taiwan”. Melalui kolaborasi lintas kementerian serta kerja sama publik-swasta, inisiatif ini bertujuan mendukung kebijakan netral karbon nasional, bersama-sama mendorong pengembangan karbon alami lokal, pelestarian ekologi, serta keberlanjutan komunitas, demi membangun model percontohan baru karbon alami di Taiwan.
“Rencana Aksi Kolaborasi Berkelanjutan Karbon Alami Taiwan”, pada tahap awal akan dimulai dari lokasi-lokasi seperti Yilan dan Yunlin. Program ini mengikuti metodologi pengurangan karbon alami, termasuk hutan dan tanah, yang telah diumumkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (MOENV), dengan tujuan meningkatkan kuota pengurangan sukarela sambil melakukan survei ekologi dan langkah-langkah pemulihan spesies di lokasi proyek.
Selama pelaksanaan proyek, juga ditekankan pentingnya partisipasi komunitas dan keanekaragaman hayati. Selain itu, program ini akan selaras dengan 12 strategi kunci netral karbon dari Dewan Pembangunan Nasional (NDC), seperti mendorong pemanfaatan bahan baku lokal dan menggerakkan aktivitas revitalisasi daerah, sehingga diharapkan dapat menyediakan contoh proyek karbon alami bagi perusahaan-perusahaan yang terdaftar di bursa serta mendukung pelaksanaan kebijakan nasional.
Chairman Bursa Efek Taiwan, Lin Xiu-ming (林修銘) menyatakan bahwa rencana ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan cadangan karbon alami, tetapi juga mempertimbangkan standar internasional terkait iklim, komunitas, dan keanekaragaman hayati.
Selain itu, mengingat lahan hutan milik pribadi di Taiwan umumnya menghadapi tantangan seperti penuaan tenaga kerja di sektor kehutanan dan pertanian serta kekurangan tenaga pengelola, program ini mendorong insentif berupa pemeliharaan ekologi dan perdagangan kredit karbon. Harapannya, hal ini dapat meningkatkan minat para petani untuk mengelola lahan hutannya, sehingga tercapai keseimbangan ekosistem sekaligus pertumbuhan ekonomi.
Lin Xiu-ming (林修銘) mengatakan, “Sebagai contoh, perusahaan-perusahaan teknologi besar internasional seperti Microsoft, Meta, dan Google juga membentuk aliansi, bersama-sama berkomitmen untuk memperoleh 20 juta ton karbon jenis Reversible Carbon (karbon yang dapat dihilangkan) pada tahun 2030, dengan fokus khusus pada tipe cadangan karbon alami. Perusahaan-perusahaan publik Taiwan juga merupakan bagian dari rantai pasok internasional, sehingga kami sangat memperhatikan tren internasional seperti ini.”
Berdasarkan rencana aksi ini, kayu hasil penjarangan akan digabungkan dengan sumber daya kehutanan lokal untuk memproduksi produk-produk berbasis kayu, mendorong lapangan kerja lokal dan transformasi industri, mewujudkan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan serta pengembangan ekonomi komunitas.
Selain itu, Bursa Efek Taiwan akan bekerja sama dengan institusi akademik, komunitas lokal, dan kelompok masyarakat adat untuk melakukan survei ekologi sesuai dengan prinsip TNFD guna memperkuat kesadaran akan risiko alam. Mereka juga akan bekerja sama dengan program revitalisasi daerah serta kelompok produksi dan pemasaran setempat, menghidupkan kembali ekonomi dan vitalitas komunitas. Melalui kemitraan publik-swasta, mereka bersama-sama membangun model sirkulasi berkelanjutan yang memperhitungkan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial.