(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te pada hari ini (23/5) menghadiri “Forum Kemitraan Rantai Pasokan Semikonduktor” dan memberikan sambutan. Beliau menyampaikan, industri semikonduktor adalah satu jalur rantai pasokan industri internasional yang padat, Taiwan tidak akan mampu menyokong keseluruhan industri ini sendirian, lagipula dunia tengah menghadapi praktik dumping Tiongkok, samahalnya industri semikonduktor ini juga menghadapi hal yang serupa, maka Presiden Lai Ching-te mengimbau agar kerja sama rantai pasokan industri semikonduktor yang kompak, baru bisa menjamin keamanan dan inovasi berkelanjutan.
Presiden Lai Ching-te menyatakan bahwa Pameran Computex Taipei tahun ini berlangsung dengan sangat meriah. Lebih dari 1.400 perusahaan dari lebih 30 negara berpartisipasi, dengan hampir 4.800 stan pameran, dan menarik lebih dari 50.000 pengunjung internasional. Presiden Lai menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari upaya jangka panjang Taiwan di bidang semikonduktor, teknologi informasi dan komunikasi, serta komponen elektronik, sekaligus mencerminkan daya saing dan pengaruh global industri Taiwan.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, meskipun Taiwan dengan desain IC, produksi wafer dan proses lanjutannya menempati posisi terdepan dunia, akan tetapi rantai industri semikonduktor masih bergantung pada kerja sama internasional. Beliau mengatakan, AS memiliki bahan material dan teknologi, Belanda menguasai peralatan kunci, Jepang menyediakan bahan mentah dan komponen, dan Taiwan tidak mampu menyokong keseluruhan industri ini sendirian, melainkan harus bekerja sama secara erat dengan mitranya, dengan demikian rantai industri baru dapat ditransfer dengan lancar.
Presiden Lai Ching-te lebih lanjut mengemukakan, pemerintah Tiongkok menerapkan penjualan harga rendah atau dumping terhadap besi baja, aluminium, papan surya panel, layar monitor hingga industri automotif, kondisi demikian sangat mengganggu industri global. Sama halnya dengan permasalahan ekspansi hingga industri semikkonduktor, terutama pada legacy process. Apabila kita tidak bersikap pro-aktif menghadapinya, maka risiko industri akan semakin besar, dan perkembangan inovasi akan terhalang.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, “sisi positifnya adalah semua harus kompak agar semikonduktor dapat terus berkembang, selain itu, sisi negatifnya adalah harus menghindari permasalahan harga rendah praktik dumping untuk industri semikonduktor yang diterapkan oleh negara mana pun, yang mengakibatkan inovasi tidak dapat dilanjutkan, dan perkembangan pun terpengaruh.”
Presiden Lai Ching-te menekankan, Taiwan tidak hanya memimpin teknologi semikonduktor, Taiwan sangat bersedia untuk mengemban tanggung jawab dunia. Taiwan yakin dan percaya diri, memiliki kemampuan untuk menjadi titik penyokong perkembangan teknologi era AI, mempromosikan peradaban manusia ke jenjang berikutnya. Pemerintah akan berupaya sekuat tenaga mendukung pengembangan industri yang dimulai dari penetapan hukum, kebijakan pemerintah, keuangan dan perpajakan, dengan berdasarkan pada fondasi yang ada untuk menciptakan lingkungan yang lebih ideal dan berlanjut membantu memperkuat industri.
Di sisi infrastruktur AI, Presiden Lai Ching-te mengungkit, NVIDIA berintegrasi dengan Dewan Nasional Sains dan Teknologi (NSTC), TSMC dan FoxConn, kedepannya akan membangun pusat AI dengan daya komputasi 100MW di Taiwan. Pemerintah juga akan membangun komputer super 17MW dan 30MW di taman sains Shalu di Tainan, di masa mendatang jika diperlukan, akan berlanjut ke kawasan tengah dan utara Taiwan, yang disedikan untuk kalangan industri dan lembaga penelitian.