History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kripto Jadi Incaran Baru Penipu! Modus Berubah Jadi Perampokan & Sarana Pencucian Uang

  • 22 May, 2025
  • 陳柏萇
Kripto Jadi Incaran Baru Penipu! Modus Berubah Jadi Perampokan & Sarana Pencucian Uang
(Sumber foto: Reuters)

(Taiwan, ROC) – Menurut data dari Dasbor Anti-Penipuan (165dashboard.tw), Kota Taipei pada April 2025 berhasil mengungkap sebanyak 93 kelompok penipuan dengan total 908 orang tersangka, menyita hasil kejahatan ilegal senilai lebih dari NT$238,67 juta, serta menggagalkan transaksi penipuan senilai lebih dari NT$270,82 juta, merupakan yang tertinggi di seluruh Taiwan.

Namun, pihak kepolisian juga menemukan bahwa oknum penjahat kini mulai mengincar sektor mata uang kripto, di mana kasus penipuan kerap berkembang menjadi mperampokan, bahkan dimanfaatkan untuk tujuan pencucian uang.

Kepala Departemen Kepolisian Kota Taipei, Li Xi-he (李西河) dalam konferensi pers anti-penipuan yang digelar pada Kamis (22/5) sore menyatakan bahwa tak peduli seberapa cepat modus penipuan berkembang, cara paling sederhana untuk mengenalinya adalah, selama ada kalimat “akan mengirim seseorang untuk menerima uang tunai investasi secara langsung”, maka itu sudah pasti penipuan!

Perwakilan dari Taiwan Virtual Asset Service Provider Association (TWVASP), Chen Li-min (陳立民) mengemukakan bahwa investasi dalam aset virtual harus dilakukan melalui saluran yang resmi. Penyedia layanan aset virtual wajib terdaftar dalam sistem pencegahan pencucian uang, agar dapat menyediakan atau menjalankan layanan terkait aset virual. Dirinya juga menegaskan bahwa investasi mata uang kripto yang sah tidak akan pernah mengirim orang untuk menagih pembayaran secara langsung ke rumah.

Seorang wanita bermarga Lin juga hadir dan membagikan pengalamannya dalam acara sosialisasi yang digelar kepolisian pada hari ini. Lin mengungkapkan bahwa sejak Juni 2024, dirinya telah menjadi korban penipuan investasi mata uang virtual sebanyak tiga kali serta sekali penipuan berkedok hadiah palsu, dengan total kerugian mencapai NT$880.000.

Unit Kriminal Kepolisian Kota Taipei menunjukkan, pihaknya pada Maret dan April 2025 berhasil mengungkap dua kasus penipuan yang berkedok investasi “mata uang kripto”. Modusnya adalah membujuk korban bergabung ke situs investasi palsu, lalu mengirim kurir secara langsung untuk mengambil uang tunai dari korban. Tersangka utama diketahui memiliki latar belakang geng kriminal, bahkan bekerja sama dengan pegadaian serta sindikat penipuan lintas negara. Kasus ini telah menyebabkan sedikitnya 33 orang menjadi korban, dengan total kerugian melebihi NT$50 juta.

Pihak kepolisian secara bertahap berhasil menangkap lebih dari 50 tersangka utama dan komplotannya. Dalam operasi tersebut, disita sejumlah barang bukti termasuk mobil-mobil mewah impor, sekitar 290.000 koin USDT (Tether), dan uang tunai lebih dari NT$30 juta. Hingga berita ini dirilis oleh media LTN, seluruh kasus telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Taipei dan Hsinchu, dengan 17 tersangka ditahan berdasarkan keputusan pengadilan.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa saat ini TWVASP telah menjalin kerja sama dengan aparat kepolisian dan lembaga perbankan untuk membentuk mekanisme bersama dalam memberantas dan mencegah aktivitas penipuan. Ketiga pihak saling melakukan pelaporan dan pengawasan terhadap akun-akun yang “mencurigakan”, guna menghalau pelaku kejahatan agar tidak menyalahgunakan layanan aset virtual untuk melakukan penipuan dan pencucian uang.

Saat ini, daftar penyedia layanan aset virtual yang telah terdaftar sudah dapat diakses sebagai referensi. Sesuai dengan Pasal 30 Peraturan Pendaftaran VASP, daftar penyedia layanan aset virtual yang masih diizinkan beroperasi juga dapat disediakan.

Dalam hal kerja sama antara kepolisian dan lembaga keuangan untuk mencegah penipuan, hingga saat ini tercatat sepanjang Januari hingga April 2025 telah berhasil mencegah sebanyak 691 kasus dengan total nominal lebih dari NT$921,2 juta. Di antara kasus tersebut, bank yang paling sering menangani nasabah yang hampir menjadi korban penipuan dengan jumlah penarikan atau transfer lebih dari satu juta dolar Taiwan dalam satu transaksi adalah Taipei Fubon Bank, CTBC Bank, dan Cathay United Bank.

Pihak kepolisian mengemukakan, jika ada pihak yang menawarkan “keuntungan tinggi dengan risiko rendah”, “pasti untung tanpa rugi”, atau “pengambilan dana langsung ke rumah oleh pihak penjual aset kripto”, maka itu sudah dapat dipastikan sebagai modus penipuan. Jika merasa ragu, maka warga disarankan untuk memeriksa daftar penyedia layanan aset kripto yang telah terdaftar secara legal melalui situs resmi Komisi Pengawas Keuangan (FSC) Taiwan, menghubungi hotline anti-penipuan 165, atau datang langsung ke kantor polisi terdekat untuk berkonsultasi atau membuat laporan guna memastikan legalitasnya.

☆ RtiSI mengingatkan Anda: Hotline Anti-Penipuan: 165, Nomor Pengaduan Polisi: 110☆

Komentar

Terbarumore