History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Bukan Jepang! Ini Adalah Negara Terkurus di Asia, Ahli Gizi Ungkap 3 Rahasia Diet

  • 22 May, 2025
  • 尤繼富
Bukan Jepang! Ini Adalah Negara Terkurus di Asia, Ahli Gizi Ungkap 3 Rahasia Diet
Bukan Jepang! Ini Adalah Negara Terkurus di Asia, Ahli Gizi Ungkap 3 Rahasia Diet 圖/翻攝自pixabay

(Taiwan, ROC) --- Selama ini, Jepang sering dianggap sebagai negara paling kurus di Asia, tetapi penelitian terbaru mengejutkan banyak orang. Data menunjukkan bahwa tingkat obesitas di Vietnam ternyata lebih rendah dari Jepang.

Apa yang membuat orang Vietnam umumnya memiliki tubuh langsing? Ahli gizi di Taiwan, Sung Ming-hua (宋明樺) menganalisis secara mendalam, menunjukkan bahwa ini terkait erat dengan pola makan dan gaya hidup unik Vietnam.

營養師宋明樺指出,越南人的肥胖率比日本還高,主要與飲食、生活習慣有關。(圖/PIXABAY)

圖/PIXABAY

1. Sayuran Makanan Utama

Sung Ming-hua menjelaskan, alasan utama orang Vietnam cenderung kurus adalah struktur makanan mereka. Masakan Vietnam sebagian besar berbasis sayuran, seperti lumpia dan salad yang umum dijumpai, dengan porsi sayuran yang banyak dan beragam. Asupan serat makanan yang tinggi tidak hanya baik untuk kesehatan pencernaan, tetapi juga kunci untuk menurunkan berat badan.

Selain itu, Pho yang merupakan makanan nasional Vietnam, biasanya menggunakan kaldu bening yang kalorinya lebih rendah dibandingkan masakan Thailand yang kaya rasa atau kaldu hotpot.

Sung Ming-hua menyebutkan, minum semangkuk kecil sup bening sebelum makan dapat secara efektif mengisi sebagian kapasitas perut, mengurangi asupan makanan padat berikutnya, sehingga meningkatkan rasa kenyang.

Dokter spesialis penurunan berat badan Xiao Jie-jian (蕭捷健) juga pernah mengutip penelitian AS yang menunjukkan bahwa orang yang sering minum sup memiliki risiko kelebihan berat badan atau obesitas 39% lebih rendah.

Beliau menekankan bahwa efek penurunan berat badan dari minum sup berasal dari karakteristik kalori rendah, kadar air tinggi, dan membantu mencegah kenaikan gula darah yang cepat.

Lebih dari itu, minum sup sebelum makan juga dapat sedikit mengganggu kerja enzim pencernaan, memperlambat kecepatan pencernaan dan penyerapan makanan. Ini menjadikan kaldu Pho Vietnam sebagai pilihan yang lebih sehat di antara sup-sup lainnya.

 

2. Gaya Hidup Aktif. Bekerja dan Berjalan Kaki adalah Rutinitas

Selain pola makan, kebiasaan hidup orang Vietnam juga memainkan peran penting. Sung Ming-hua menunjukkan bahwa aktivitas harian orang Vietnam umumnya lebih tinggi, seperti bekerja fisik, bersepeda, dan banyak berjalan kaki.

Gaya hidup yang cenderung makan sedikit, bergerak banyak ini secara alami membantu mempertahankan tingkat obesitas yang lebih rendah.

3. Tingkatkan Asupan Sayur dan Minum Sup Sebelum Makan

Bagi orang yang sedang diet, Sung Ming-hua menyarankan untuk belajar dari esensi pola makan Vietnam, yakni dengan meningkatkan asupan sayuran. Jika tidak suka sayuran mentah, mengonsumsi sayuran rebus atau tumis juga pilihan yang baik. Selain itu, membiasakan diri minum semangkuk sup bening sebelum makan dapat membantu mengontrol porsi makan secara efektif.

Kesimpulannya, tingkat obesitas Vietnam yang lebih rendah dari Jepang terutama berkat kebiasaan makan mereka yang kaya sayuran dan kaldu bening, serta gaya hidup dengan aktivitas tinggi.

Rahasia-rahasia yang tampaknya sederhana ini mungkin merupakan cara efektif bagi orang modern untuk mengatasi masalah obesitas.

Komentar

Terbarumore