Para demonstran bersama dengan mahasiswa yang melakukan aksi protes “Anti Perjanjian Perdagangan & Jasa” masih menduduki gedung Yuan Legislatif. Pihak mahasiswa yang melakukan aksi protes, dari kantor Yuan Legislatif menggelar jumpa pers pada hari Kamis tanggal 20 Maret. Selain tetap bersikeras kepada penolakan yang disampaikan sebelumnya, dalam jumpa pers kali ini juga kembali mengajukan 3 permintaan, antara lain “Meminta Ketua Yuan Legislatif Wang Jing-phin untuk mengumumkan ketidaksahan atas pernyataan perjanjian perdagangan dan jasa, yang sebelumnya disebutkan oleh anggota legislatif dari partai KMT, Zhang Qing-zhong”, “Meminta Presiden Ma untuk keluar menemui masyarakat dan melakukan pembahasan secara terbuka ” dan “Meminta Yuan Legislatif masa sidang saat ini untuk meloloskan undang-undang pengawasan perjanjian antar selat”.
Koordinator massa yang diwakili oleh Chen Wei-ting menyebutkan bahwa aksi demo kali ini telah menarik perhatian banyak universitas dan juga pakar dosen yang ada. Untuk itu Chen tetap menegaskan bahwa penilaian terhadap perjanjian perdagangan dan jasa, tetap harus berprinsip pada semangat demokrasi yang ada.
Chen Wei-ting mengatakan, “Kita tahu bahwa ada berbagai bis yang berasal dari Taichung, Tainan, Kaoshiung dan Taitung. Kini kita juga telah menggalang puluhan dosen dari berbagai universitas, dimana seterusnya akan dilanjutkan dengan mogok mengajar, dan membawa semua mahasiswa untuk turun ke jalan.”
Chen Wei-ting menyatakan jika permintaan yang diajukan tidak mendapat jawaban sebelum tanggal 21 Maret, maka para demonstran akan mempertimbangkan tindakan selanjutnya yang akan diambil.
Ketua Yuan Eksekutif, Jiang Yu-hwa memberikan jawaban bahwa selama 9 bulan terakhir, pihak Yuan Legislatif telah melakukan sebanyak 16 kali pertemuan dengar pendapat. Sementara itu Kementrian Perekonomian dan Dewan Urusan Daratan Tiongkok sendiri juga telah menggelar ratusan seminar dan melakukan diskusi dengan para pengusaha. Jiang menyebutkan bahwa kritikan yang berbunyi “Operasi Kotak Hitam Perjanjian Perdagangan dan Jasa” adalah hal yang tidak benar.
Jiang Yu-hwa menjelaskan bahwa dalam isi perjanjian kerjasama dengan pihak Daratan Tiongkok, bidang atau usaha yang dibuka oleh Taiwan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan yang diberikan oleh Daratan Tiongkok. Apa yang ditawarkan oleh Daratan Tiongkok kepada Taiwan telah melebihi standar yang biasanya diberikan dalam organisasi WTO. Dan bidang usaha atau industri yang dibuka oleh Taiwan banyak yang berada di bawah standar yang ditentukan oleh WTO. Secara garis besar, perjanjian kerjasama yang ada hanya akan memberikan keuntungan bagi Taiwan. Jiang Yu-hwa kembali menegaskan bahwa pemerintah tetap akan mendorong tercapainya perjanjian kerjasama tersebut.
Juru bicara Yuan Eksekutif Sun Lih-chyun mengatakan, “Usai penandatanganan, ada sebagaian orang yang mengatakan bahwa akan mempengaruhi berbagai aspek usaha, misalnya yang sering diberitakan oleh media, antara lain usaha laundry, kecantikan dan salon, obat-obatan tradisional Tiongkok dan sebagainya. Dalam beberapa bulan terakhir ini juga telah dilakukan sosialisasi dengan mereka. Hingga saat ini serikat buruh terkait juga telah memaklumi dan bahkan memberikan dukungan. Sehubungan dengan pihak media yang suka menggunakan sikap kritik berlebihan, menurut kami semua itu hanya kepalsuan semata dan tidak benar.”
Jiang Yu-hwa menjelaskan bahwa tujuan utama penandatanganan kerjasama hubungan dagang dan jasa adalah menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi, sehingga akan sangat membantu dalam meningkatkan daya saing generasi muda. Sehubungan dengan kekhawatiran yang diajukan oleh dosen atau pakar lainnya, Jiang Yu-hwa meminta Kementrian Perekonomian, Dewan Urusan Daratan Tiongkok, Kementrian Pendidikan untuk terus melanjutkan usaha sosialisasi.