(Taiwan, ROC) --- Di tengah angka kelahiran yang semakin menurun, Kementerian Dalam Negeri Taiwan (MOI) baru-baru ini mengumumkan bahwa jumlah penduduk pada bulan April mengalami pertumbuhan negatif selama 16 bulan berturut-turut. Dengan angka bayi yang lahir hanya berkisar 8.684 per bulannya.
Pada 16 Mei 2025, Laman Facebook, Engineer View Politics(工程師看政治) secara lugas membahas topik perihal Siklus Positif Orang Kaya VS Siklus Negatif Orang Miskin. Laman tersebut membahas bahwa kehidupan masyarakat awam semakin sulit, dan hal ini terasa cukup merata dari utara hingga selatan Taiwan.
Ketika orang merasa tidak aman, maka mereka tidak akan berpikir untuk membangun keluarga, bahkan mereka merasa bahwa memelihara anjing lebih baik daripada memiliki anak.
Dalam postingannya, Engineer View Politics membandingkan bahwa di bawah pemerintahan mantan Presiden Ma Ying-jeou (馬英九) pada tahun 2011, kesenjangan pendapatan tahunan antara 5% penduduk berpendapatan terendah dengan 5% tertinggi adalah 75 kali lipat.
Di kala tersebut, Chen Chi-mai (陳其邁) yang saat ini menjabat Wali Kota Kaohsiung mengatakan, "Presiden Ma semakin dekat dengan konglomerat dan semakin jauh dari rakyat."
Partai Progresif Demokratik (DPP) bahwa menjadikannya sebagai aksi untuk melawan kemiskinan dan membantu yang lemah, sebagai fokus utama dalam kampanye mereka di tengah pemilihan presiden dan anggota Yuan Legislatif.
Namun, pada tahun 2021, kesenjangan pendapatan masyarakat melonjak menjadi 161 kali lipat, sementara pertumbuhan pemasukan riil dalam beberapa tahun belakangan hanya sekitar 1%, bahkan sering kali berujung negatif.
Postingan bersangkutan juga menyebutkan bahwa proporsi pemasukan pekerja terhadap PDB menurun dari 45,77% pada 2012, menjadi 43,87% pada 2022.
Sementara itu, proporsi laba operasional perusahaan terhadap PDB meningkat dari 31,82% pada 2012, menjadi 34,37% pada 2022. Hal ini berarti bahwa bagian dari pertumbuhan ekonomi keseluruhan yang dibagikan karyawan semakin sedikit.
Misalnya, jika 5 tahun lalu 1 roti dibanderol NT$100, menginap di hotel satu malam pada akhir pekan sebesar NT$5.000, dan 1 unit rumah seharga NT$10 juta, mungkin saat ini harganya akan meningkat menjadi NT$160/roti, NT$10.000/malam , dan NT$20 juta/unit.
Jika mengabaikan industri teknologi dan real estat, maka pemasukan riil tidak banyak berubah. Penderitaan ini tercermin dalam tingkat kelahiran, sehingga wajar jika angka kelahiran mencapai rekor terendah baru.
Engineer View Politics mengkritik bahwa alasannya sangat sederhana, semenjak Partai DPP berkuasa, dari anggaran khusus hingga energi nuklir, mereka telah membakar uang triliunan, dan hampir tidak ada kebijakan yang tepat selama 9 tahun terakhir. Orang kaya hanya perlu menginvestasikan uang mereka di sektor properti, dengan hampir 90% jaminan keuntungan tanpa kerugian.
Mereka yang memiliki aset dengan nilai tinggi juga dapat menegosiasikan dengan suku bunga yang lebih rendah, sehingga membeli rumah relatif lebih mudah.
Dalam beberapa tahun terakhir, tingkat pertumbuhan tahunan untuk golongan konglomerat sekitar 20% atau bahkan lebih tinggi.
Sebaliknya, bagi masyarakat kelas bawah, karena tidak ada perencanaan industri selama 20 tahun, membuat mereka tidak mengalami pertumbuhan setelah dikurangi inflasi. Pekerja di sektor bawah hampir tidak bisa menabung, sementara harga rumah dan barang terus melambung.
Semakin banyak bekerja, semakin miskin. Dan semakin miskin, semakin sibuk bekerja. Yang kemudian membuat kesenjangan semakin melebar.
Engineer View Politics menunjukkan bahwa kerugian finansial negara pasti harus ditanggung oleh seseorang. Jika kelompok atas mampu mempertahankan kekayaan mereka, maka sudah pasti kelompok bawah yang menjadi korban, yang mana ini tercermin dalam distribusi pendapatan dan tingkat kelahiran saat ini.
Selain itu, sistem pendidikan semakin kacau setelah berbagai reformasi, dan Kementerian Pendidikan (MOE) terus meningkatkan biaya bagi orang miskin untuk meningkatkan status sosial mereka. Orang kaya dapat memperoleh lebih banyak aset dan keunggulan pendidikan, yang pada gilirannya membantu mereka mempertahankan status sosial yang ada, menciptakan siklus positif.
Sebaliknya, kelompok bawah tidak memperoleh aset, tabungan mereka terus tergerus nilainya setiap hari, dan mau bagaimanapun juga mereka tidak bisa bangkit.