History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pembukaan WHA, Jepang, Jerman, Prancis dan Lainnya Memberikan Suara Dukungan bagi Taiwan

  • 20 May, 2025
  • 曾秀情
Pembukaan WHA, Jepang, Jerman, Prancis dan Lainnya Memberikan Suara Dukungan bagi Taiwan
Pembukaan WHA, Jepang, Jerman, Prancis dan Lainnya Memberikan Suara Dukungan bagi Taiwan (Sumber Foto: WHO)

(Taiwan, ROC) – Pada hari pertama pembukaan Sidang Kesehatan Dunia (World Health Assembly/WHA), Jerman, Prancis, Jepang, Selandia Baru dan negara sahabat diplomatik Haiti, Kepualauan Maldiv dan lainnya memberikan dukungan bagi Taiwan melalui pesan singkat. Setelah Amerika Serikat mengumumkan keluar dari WHO, mereka tetap melanjutkan memberi dukungan bagi Taiwan di tengah perubahan situasi geopolitik dan ekonomi internasional.

WHA yang berlangsung pada 19 – 27 Mei 2025 di Jenewa, pada hari pertama pembukaan sudah ada sekelompok negraa yang secara terbuka memberikan suara dukungan bagi Taiwan untuk dapat berpartisipasi dalam WHA.

Wakil Menteri Tenaga Kerja, Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang Hirobumi Niki menyampaikan, “Sebagai tanggapan situasi darurat kesehatan, kita seharusnya belajar dari pengalaman mereka yang telah memperlihatkan keberhasilan dalam bidang kesehatan umum seperti Taiwan. Tidak seharusnya mengabaikan satu kawasanpun untuk menghindari kekosongan geografia, hal ini mungkin dapat merusak sistem pencegahan penyebaran penyakit yang telah diupayakan.”  

Menteri Kesehatan Jerman, Nina Warken mengimbau agar tiap-tiap negara dan kawasan untuk berupaya keras, agar slogan “One World for Health” dapat terwujud, “Kami membutuhkan semua orang, termasuk keikutsertaan dan profesional Taiwan.”

Menteri Kesehatan Prancis, Yannick Neuder mengatakan, tugas dari Organisasi Kesehatan Dunia memberikan keuntungan bagi kesehatan setiap orang di masyarakat dunia, untuk itu Prancis menyetujui keikutsertaan Taiwan.

Wakil Ketua Biro Kesehatan Umum Selandia Baru, Andrew Old juga menyampaikan, One World for Health baru dapat terwujud jika komunitas internasional dapat memperoleh manfaat dari partisipasi semua komunitas kesehatan, termasuk Taiwan.

Menteri Kesehatan Haiti, Bertrand Sinal menyampaikan dukungannya bagi Taiwan turut berpartisipasi sebagai anggota pengamat, ia memahami kesulitan Taiwan yang diabaikan.

Menteri Kesehatan Kepulauan Maldiv Ota Kisino juga mengemukakan usulannya, kerja sama kesehatan global harus termasuk 23,5 juta jiwa rakyat Taiwan, seperti sebelumnya Taiwan sempat diundang sebagai anggota pengamat pada tahun 2009 – 2016, WHO seharusnya memastikan mendengar semua suara.

Komentar

Terbarumore