(Taiwan, ROC) --- Apakah ada banyak orang kaya di Taiwan? Dan seberapa kaya mereka?
Pakar properti Taiwan, Ho Shi-chang (何世昌) mengutip Laporan Kekayaan Nasabah Aset Tinggi Taiwan 2025 yang dirilis CTBC Bank, menunjukkan bahwa jumlah orang kaya di Taiwan diperkirakan mencapai 816.000 orang, meningkat sekitar 14% dari tahun 2024.
Yang dimaksud dengan aset tinggi adalah mereka yang memiliki aset investasi sebesar NT$30 juta.
Dia juga menunjukkan bahwa hampir 70% orang kaya akan memberikan bantuan finansial kepada anak-anak mereka dalam satu situasi, tetapi tidak semua generasi muda bergantung pada bantuan orang tua.
Melalui laman di Facebook, Ho Shi-chang menyampaikan bahwa orang kaya di Taiwan mendapatkan kekayaan mereka sebagian besar dari operasi bisnis dan investasi produk keuangan.
Dan untuk orang kaya di bawah usia 45 tahun, persentase tertinggi berasal dari warisan dan hibah, yakni mencapai 28%.
"Singkatnya, generasi sebelumnya bekerja keras, generasi berikutnya bergantung pada kerja keras generasi sebelumnya," tulis Ho Shi-chang.
Namun, tidak semua generasi muda bergantung pada bantuan orang tua mereka, ada 26% orang kaya di bawah 45 tahun yang mendapatkan kekayaan mereka dari gaji dan bonus.

Jumlah orang kaya di Taiwan diperkirakan mencapai 816.000 orang, meningkat sekitar 14% dari tahun 2024. 圖: 何世昌的房產知識Buffet+
Dalam situasi apa orang kaya akan memberikan bantuan finansial kepada anak-anak mereka? Ho Shi-chang menunjukkan bahwa 69% responden menjawab saat membeli rumah.
Selain itu, 43% orang kaya membantu anak-anak mereka melakukan investasi keuangan, dan hanya 29% memberikan bantuan untuk memulai bisnis.
Persentase ini menunjukkan bahwa harga properti di Taiwan benar-benar mahal sehingga anak-anak perlu bantuan finansial dari orang tua mereka untuk membeli rumah. Namun, ini juga mungkin mengungkapkan bahwa di mata orang kaya, lebih baik mendukung dan mendorong anak-anak untuk berinvestasi daripada membantu mereka memulai bisnis.
Ho Shi-chang juga menunjukkan bahwa yang mengejutkan dalam survei adalah 44% orang dengan usia 45 hingga 65 tahun, yang masih meminta bantuan keuangan dari orang tua untuk jenjang pendidikan. Bahkan angka di golongan ini lebih banyak dari kelompok usia di bawah 45 tahun.
"Mengapa di usia ini masih meminta uang dari orang tua untuk pendidikan? Apakah untuk studi di luar negeri?" tulis Ho Shi-chang.
Terakhir, Ho Shi-chang menyebutkan bahwa mengenai bagaimana orang kaya berencana mewariskan aset mereka kepada anak-anak, persentase tertinggi adalah melalui aset bergerak, asuransi, dan aset tidak bergerak.
Metode aset bergerak adalah yang paling sederhana karena pembagian uang paling adil, sedangkan asuransi memiliki efek penghematan pajak yang signifikan.
Sementara aset tidak bergerak memiliki keuntungan penghematan pajak dan mengandung konsep mempertahankan warisan leluhur.