(Taiwan, ROC) --- Pada 7 Mei 2025 kemarin , seorang pekerja migran Vietnam bermarga Hu (胡姓) yang bekerja di pabrik batu di Kabupaten Chiayi, kehilangan uang tunai sebesar NT$4 juta di dalam gerbong kereta api lokal Taiwan.
Petugas stasiun Xinying menemukan uang tersebut, tetapi karena Tuan Hu tidak dapat menjelaskan asal-usul dana tersebut, uang dalam jumlah besar itu harus ditahan di Kejaksaan Distrik Tainan.
Karena dana berasal dari berbagai sumber dan tujuan penggunaannya tidak jelas, maka jaksa akan menyelidiki kasus ini dari sudut pandang transfer dana ilegal berdasarkan Undang-Undang Perbankan.
Pada Rabu malam (7/5), setelah turun dari kereta lokal, Hu meminta bantuan ke Stasiun Tainan, menyatakan telah kehilangan tas jinjing hitam berisi uang tunai.
Ketika kereta tiba di Stasiun Xinying, petugas stasiun memang menemukan tas tersebut, tetapi ketika dibuka ternyata berisi uang tunai dalam jumlah besar. Divisi Kaohsiung dari Kepolisian Kereta Api turun tangan untuk menyelidiki, dan setelah dihitung ternyata berisi NT$4 juta.
Penemuan di hari tersebut juga memecahkan rekor barang temuan terbesar di dunia perkereta-apian Taiwan.
Polisi menyatakan bahwa Hu telah bekerja di pabrik batu di Chiayi selama lebih dari 10 tahun dengan gaji bulanan sekitar NT$30 ribu. Pada hari tersebut, Hu mengujar bahwa ia melalui kakak iparnya, menghubungi Stasiun Xinying menyatakan akan mengambil uang tersebut.
Namun setelah diselidiki ditemukan banyak kejanggalan. Ketika Hu kembali bekerja ke pabrik batu dan ditanya mengapa bisa melupakan uang sebesar itu di kereta, dia hanya menjawab bahwa dirinya tidak tahu, dan tidak mau berkomentar lebih lanjut.
Ketika terus ditanya, Hu hanya menjawab, "Saya ingin segera bekerja."

Ketika ditemui dan ditanya perihal uang NT$4 juta di pabrik tempatnya bekerja, Hu hanya menjawab tidak tahu. 圖: LTN NEWS
Awalnya, Hu mengklaim bahwa NT$4 juta tersebut adalah gaji yang akan dibayarkan oleh kakak iparnya, tetapi setelah memeriksa hubungan pribadinya, baru terkuak bahwa kakak ipar hanyalah sebutan untuk seseorang dan tidak ada penjelasan tentang bagaimana pembayaran gaji tersebut.
Kemudian Hu mengubah ceritanya, mengatakan bahwa uang tersebut milik teman-temannya, berasal dari berbagai sumber, dan tidak dapat menjelaskan tujuan penggunaannya. Menelusuri petunjuk yang belum begitu jelas dari Hu, otoritas berwenang memutuskan untuk menahan sementara uang NT$ 4 juta tersebut, dan akan segera dilaporka ke Kejaksaan Tainan untuk penyelidikan.
Polisi menduga bahwa uang NT$ 4 juta besar berkemungkinan ada kaitannya dengan transfer dana ilegal yang dilakukan oleh kelompok tertentu, yang biasanya akan menentukan nilai kurs yang tidak sesuai dengan otoritas perbankan dari kedua negara. Setelah menerima NT$ dari pekerja migran Vietnam di Taiwan, mereka segera memberikan Dong Vietnam yang setara di Vietnam. Prosesnya lebih cepat dibanding jalur resmi, dan praktik ini umum terjadi di beberapa daerah pedesaan Vietnam.
Polisi juga pernah menangani kasus serupa, hampir di setiap kelompok kecil ada pekerja migran yang melakukan transfer dana ilegal. Hal ini terjadi karena sebagian pekerja migran tidak mempercayai agen mereka atau karena faktor status pekerja migran ilegal yang tidak dapat menggunakan jalur resmi untuk mengirim uang, sehingga transfer dana ini menjadi populer.
Karena Hu terus tidak dapat menjelaskan asal-usul uang tersebut, maka hal ini menimbulkan banyak rumor. Kejaksaan Tainan menyatakan tidak mengesampingkan kemungkinan apapun, dan saat ini penyelidikan difokuskan pada pelanggaran Undang-Undang Perbankan.
Jika setelah mengklarifikasi bukti dan fakta tidak ditemukan adanya pelanggaran hukum, maka uang NT$4 juta tersebut akan dikembalikan.