History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Buku Putih Kualitas Udara Baru akan Dirilis 16 Mei, Menargetkan Pengurangan PM2.5 di 2030

  • 14 May, 2025
  • 尤繼富
Buku Putih Kualitas Udara Baru akan Dirilis 16 Mei, Menargetkan Pengurangan PM2.5 di 2030
Buku Putih Kualitas Udara Baru akan Dirilis 16 Mei, Menargetkan Pengurangan PM2.5 di 2030 (圖:中央社)

(Taiwan, ROC) – Dalam pertemuan dengan Komite Kesehatan dan Lingkungan di Yuan Legislatif pada hari ini (14/5), Menteri Lingkungan Taiwan, Peng Chi-ming (彭啓明) menyampaikan, bahwa “Buku Putih Kebijakan Kualitas Udara Baru” akan diumumkan pada tanggal 16 sebagai fokus fase ketiga dari rencana pengendalian polusi udara Taiwan. Dengan demikian, diharapkan agar masalah polusi udara Taiwan dapat berkurang dari tahun ke tahun yang saat ini “memasuki zona air dalam.” Melalui strategi nol bersih, PM2.5 rata-rata tahunan di tahun 2030 memiliki kesempatan untuk menurun hingga 10 mikrogram (µg/m3).

Menanggapi target emisi nol bersih 2050, Kementerian Lingkungan (MOENV) mengumumkan di akhir tahun lalu, bahwa pihaknya akan mulai menyusun "Buku Putih Kebijakan Kualitas Udara Baru" sebagai inti dari fase ketiga rencana pencegahan polusi udara.

Dalam pertemuan di Komite Kesehatan dan Lingkungan Yuan Legislatif pada tanggal 14, Legislator Kuomintang (KMT), Chen Jing-huei (陳菁徽) mengemukakan bahwa setelah penutupan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir No. 3 pada tanggal 17 Mei, proporsi pembangkitan listrik termal akan meningkat menjadi 84%. Kapan "Buku Putih Kebijakan Kualitas Udara Baru" akan dirilis? Menanggapi hal tersebut, Menteri Lingkungan Peng Chi-ming menyampaikan, bahwa jadwal tersebut sedikit tertunda karena adanya perubahan pada beberapa rincian, dan akan diumumkan secara resmi pada tanggal 16.

Peng Chi-ming menunjukkan, bahwa di masa lalu prakiraan dan pemantauan kualitas udara ditangani oleh Divisi Pengawasan Informasi Kementerian Lingkungan. Badan Atmosfer bertanggung jawab atas respons terpadu. Saat ini, semua prakiraan, respons, dan pengelolaan telah dialihkan ke Badan Atmosfer dan di masa depan respon terhadap polusi udara akan lebih cepat. Buku putih baru tentang kualitas udara bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap polusi udara dalam kehidupan sehari-hari dan berupaya mengurangi PM2.5 rata-rata tahunan menjadi 10 mikrogram (µg/m3) pada tahun 2030.

Ia mengatakan, “karena kita memiliki tujuan, berharap PM2.5 di tahun 2030 dapat berkurang menjadi 10 (mikrogram). Ini adalah tujuan yang sangat besar, saat ini telah masuk dalam zona air dalam dan peralatan yang ada saat ini tidak dapat melakukannya. Namun, jika kita bekerja keras untuk meraih nol bersih, ada kesempatan untuk menjadi 10 (mikrogram) ke bawah di 2030, atau menjadi 8 (mikrogram) di 2035.”

Peng Chi-ming juga menekankan, bahwa MOENV telah menilai bahwa setelah dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir No. 3 berhenti beroperasi, rata-rata tahunan tingkat PM2.5 hanya meningkat sebesar 0,003%.

Selain itu, Yuan Legislatif telah meloloskan amandemen “Undang-Undang Pengendalian Fasilitas Reaktor Nuklir” dalam pembacaan ketiga di tanggal 13, dan masyarakat luar khawatir apakah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir No.3 akan diperluas. Dalam sebuah wawancara sebelum pertemuan, Peng Chi-ming menyampaikan, bahwa berdasarkan Undang-Undang Penilaian Dampak Lingkungan saat ini, penilaian dampak lingkungan tidak diperlukan untuk memperpanjang umur layanan pembangkit listrik tenaga nuklir, tapi penilaian dampak lingkungan diperlukan untuk penonaktifan (decommissioning), “logikanya sangat aneh.”

Bagaimanapun, MOENV bukanlah otoritas yang kompeten dalam energi nuklir. Pihaknya hanya dapat mengusulkan agar Dewan Keselamatan Nuklir merujuk kepada proses peninjauan penilaian dampak lingkungan jika ingin memperluas atau memulai kembali tenaga nuklir, sehingga seluruh masyarakat dapat memiliki mekanisme partisipasi yang terbuka dan transparan. Undang-Undang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan saat ini sedang menjalani tinjauan umum, dan diharapkan perubahannya dapat dimulai pada paruh kedua tahun ini setelah mengumpulkan pendapat dari semua sektor.

Komentar

Terbarumore