(Taiwan, ROC) – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan terkait “relunifikasi dan perdamaian” menarik perhatian, Kementerian Luar Negeri hari ini (13/4) menanggapi pertanyaan yang dilontarkan media, Kementerian Luar Negeri mengutip perkataan dari Kementerian Luar Negeri AS yang kembali mengemukakan bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah, selain itu menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Tiongkok melakukan perbincangan perdagangan dalam waktu dekat ini, tidak membicarakan terkait isu Taiwan.
Terdapat kesimpulan sementara dari pembahasan Amerika Serikat bersama Tiongkok di Jenewa Swiss, dan dalam pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Tiongkok bersedia membuka semua sektor, hal ini memberikan manfaat kebersatuan dan perdamaian; Kemenlu AS mengemukakan, terkait kebijakan terhadap Taiwan tidak mengalami perubahan, yang ditargetkan Trump adalah hubungan perdagangan antara AS dan Tiongkok.
Sementara Donald Trump pada tanggal 12 Mei kemarin mengatakan, Tiongkok menyetujui pembukaan dari semua sektor, merupakan hal yang baik bagi kedua belah negara, “Terkait reunifikasi dan perdamaian juga sangat bermanfaat”. Terkait hal ini, Kemenlu AS mengemukakan, kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah, yang disampaikan Trump sangat jelas bahwa ini adalah terkait dengan hubungan dagang AS dan Tiongkok.
Dalam pers konferensi di gedung putih, Trump menyampaikan, Tiongkok menyetujui untuk membatalkan hambatan non moneter, dan mengatakan, “Mereka menyetujui membuka diri, membuka seluruh sektor Tiongkok, saya merasa ini adalah hal yang sangat baik bagi Tiongkok, juga sangat baik bagi kita, saya yakin ini akan sangat membantu terhadap reunifikasi dan perdamaian.”
Dalam acara pers konferensi, Trump hanya mengemukakan bahwa ia yakin dengan terbukanya Tiongkok akan sangat menguntungkan bagi unifikasi, tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Kebijakan AS terhadap hubungan antar selat Taiwan tetap konsisten pada “mengetahui” sejak tahun 1979, tetapi berposisi belum menerima pihak Beijing mereunifikasi antar selat Taiwan, menegaskan bahwa persengketaan antar selat Taiwan harus diselesaikan dengan cara damai, beberapa tahun terakhir ini juga melakukan berbagai tindakan untuk memperkuat kemampuan pertahanan Taiwan.
Sekarang ini juga belum memastikan maksud dari Tiongkok membuka semua sektor, tetapi dalam penjelasannya kali ini juga mengemukakan bahwa dalam masa jabatan sebelumnya sebagai presiden sempat mempersiapkan penandatanganan kesepakatan perdagangan antara AS dan Tiongkok, tetapi Tiongkok tiba-tiba menghentikannya. Trump mengemukakan, pasar AS boleh dibilang terbuka tanpa ada batasannya bagi Tiongkok, tetapi pasar Tiongkok belum membuka sepenuhnya bagi Amerika, jadi jika Tiongkok membuka pasarnya maka akan menjadi kesatuan yang lebih baik. Salah seorang juru bicara Kemenlu AS saat merespons kantor berita Taiwan menegaskan bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak mengalami perubahan, yang Trump jelaskan adalah terkait hubungan perdagangan AS dan Tiongkok.
Gedung putih pada tanggal 12 Mei mengeluarkan penjelasan dari kongres federal. Amerika Serikat menurunkan tariff produk dagang dari Tiongkok dari 145% menjadi 30%, sedangkan Tiongkok akan menurunkan pajak produk barang dagang dari Amerika Serikat dari 125% menjadi 10%, kedua belah pihak akan mulai memberlakukan tariff pajak ini pada tanggal 14 Mei 2025.