History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Latihan "Land Sword II" Buatan Domestik Tampilkan Kekuatan Mandiri Pertahanan Nasional

  • 13 May, 2025
  • 曾秀情
Latihan
Latihan

(Taiwan, ROC) -- Guna memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang hasil pembangunan kekuatan militer dan kesiapan tempur militer nasional, Kementerian Pertahanan Nasional (MND) hari ini (13 Mei) mengundang media untuk meliput latihan tembakan langsung sistem rudal "Land Sword II". Dalam latihan tersebut, tiga rudal Land Sword II berhasil ditembakkan dan semuanya tepat mengenai sasaran. Sistem rudal ini merupakan sistem pertahanan udara lapangan yang dikembangkan secara mandiri oleh Taiwan, dengan performa yang lebih baik dibandingkan senjata impor sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa Taiwan memiliki kemampuan untuk mengembangkan pertahanan nasional secara mandiri.

Seiring dengan sambaran api dan suara gemuruh yang menggelegar, rudal Land Sword II melesat ke langit dan menghantam target. Latihan tahunan militer bertajuk “Latihan Penembakan Rudal Presisi” telah memasuki hari kedua. Komando Artileri ke-43 dan ke-58 Angkatan Darat menggelar latihan tembakan langsung rudal Land Sword II di Pangkalan Jiupeng, Pingtung pada pagi ini, untuk menunjukkan performanya yang unggul serta kekuatan mandiri pertahanan nasional.

Sistem rudal Land Sword II merupakan hasil peningkatan dari rudal Sky Sword II buatan lokal oleh Institut Sains dan Teknologi Nasional Chung-Shan (NCSIST). Sistem ini berhasil diuji coba pada tahun 2014 dan mulai menggantikan rudal pertahanan udara MIM-72 Chaparral yang sudah usang sejak tahun 2020, menyelesaikan masalah penuaan sistem senjata pertahanan udara lapangan milik Angkatan Darat.

Sistem Land Sword II terdiri dari empat komponen utama yaitu “pengendali pertempuran”, “radar array APAR”, “alat peluncur”, dan “pembawa amunisi”. Sistem ini memiliki kemampuan operasional sepanjang waktu, dari segala arah, dengan tingkat manuver tinggi dan kemampuan melawan gangguan elektronik. Sistem ini mampu melakukan pencarian, pelacakan, dan pemantauan 360 derajat serta mengirimkan data radar secara real-time ke pusat komando. Rudal ini memiliki jangkauan efektif hingga 15 km dan menggunakan panduan otomatis di tengah lintasan serta radar aktif saat mendekati sasaran, sehingga mampu mencegat ancaman udara seperti jet tempur, drone, dan rudal jelajah.

Komentar

Terbarumore