(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te pada hari Selasa ini (13/5) bertemu dengan perwakilan generasi muda gelombang pertama yang terseleksi dalam program tahunan “Taiwan Global Pathfinders Initiative”. Presiden Lai Ching-te mengatakan, bermimpi dapat membuat orang menjadi hebat, anak muda tidak semestinya kehilangan impian mereka karena kondisi keluarga mereka, Beliau menunjuk, “Taiwan Global Pathfinders Initiative” adalah sayap bagi anak-anak untuk terbang mengejar impian mereka melalui pendidikan. Presiden Lai Ching-te dalam kampanye pemilu sebelumnya pernah mengusung “program Taiwan Global Pathfinders Initiative”, dengan target untuk generasi mudah ebrusia 15-30 tahun, diharapkan bisa membantu mereka mengejar impiannya, sekaligus Taiwan membangun kemitraan internasional.
Presiden Lai Ching-te pada hari Selasa (13/5) bertemu dengan perwakilan generasi muda gelombang pertama yang terpilih di Istana Kepresidenan. Dalam sambutannya, Presiden Lai Ching-te mengatakan, pertama-tama mengucapkan selamat kepada 660 orang yang terseleksi untuk gelombang pertama, masing-masing dari mereka akan mengejar impian di luar negeri di lebih dari 40 negara di 5 benua di dunia. Beliau menyakini mereka memiliki keberanian mewujudkan impiannya, berambisi dan peduli dengan sesama, sosial dan bumi, serta akan menciptakan cara yang inovatif.
Presiden Lai Ching-te secara khusus menceritakan saat dirinya membaca laporan tentang “Kestaria Tak Kenal Tua”, berpikir banyak yang sama dengan dirinya, saat muda tidak bisa mewujudkan impiannya, maka dari itu, memutuskan untuk mengusung “program Taiwan Global Pathfinders Initiative” menjadi visi politiknya, berharap agar bisa membangun platform untuk merealisasikan impian generasi muda, membuat kehidupan mereka yang semakin beragam dan mereka dapat berkontribusi demi sosial dan negara. Presiden Lai Ching-te mengatakan “Latar dari program ini terdapat makna pendidikan yang sangat berat, saya selalu berharap melalui pendidikan, membantu memasangkan sayap bagi anak-anak untuk terbang mewujudkan impian mereka, bermimpi bisa membuat orang menjadi hebat, orang yang mengejar impian tidak semestinya karena kondisi keluarga yang tidak sama laliu kehilangan kesempatan untuk mengejar impiannya, inilah konsep hak pendidikan yang setara.”
Presiden Lai juga menjelaskan pemerintah mempromosikan kebijakan “anak usia 0-6 tahun dirawat negara”, pendidikan gratis untuk SMA dan SMK, subsidi untuk perguruan tinggi swasta dan lainnya, dengan harapan dapat mempromosikan hak pendidikan yang setara, melalui pembinaan SDM talenta agar kehidupan pribadi dan komunitas sosial akan lebih baik. Sebelum sambutan presiden, total ada 7 kelompok generasi muda yang terpilih untuk membagikan kisah cerita pribadi mereka, diantaranya, pelajar dari SMA St. Joseph Technical yaitu Lin Jia-qi (林家齊), Chen Si-yu (陳思宇) mengatakan, bagi pelajar di desa terpencil, ini adalah pengakuan yang sangat tidak mudah, meskipun sumber daya di Taitung sangat terbatas, akan tetapi mereka juga percaya asalkan memiliki impian, mengambil tindakan maka bisa membuat perubahan.
Pelajar terpilih, Liu Jin-fei (劉瑾霏) yang akan berangkat ke Islandia untuk mempelajari sumber energi membeberkan bahwa dia yang berasal dari keluarga miskin, berkesempatan untuk pergi ke tempat yang jauh untuk melihat dunia, berpetualangan tanpa beban, menjadi kesempatan tak diduga, sehingga dia juga tidak perlu iri dengan orang lain yang bisa studi atau wisata di luar negeri. Liu Jin-fei mengapresiasi, karena berkat program ini dia dapat memperdalam ilmu geo-thermal di Islandia, memahami isu-isu lingkungan, ia menekankan, ini adalah kesempatan yang sangat tidak mudah, juga tidak dibebani biaya pendidikan besar, dan berharap apa yang dipelajari nantinya dapat dibawa pulang ke Taiwan, dimanfaatkan di tanah air sendiri.