History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Orang Taiwan Kembali Tertipu NT$ 1,94 Miliar dalam 7 Hari! Modus Penipuan Terbaru Terungkap!

  • 13 May, 2025
  • 尤繼富
Orang Taiwan Kembali Tertipu NT$ 1,94 Miliar dalam 7 Hari! Modus Penipuan Terbaru Terungkap!
Orang Taiwan Kembali Tertipu NT$ 1,94 Miliar dalam 7 Hari! Modus Penipuan Terbaru Terungkap! (圖:中央社)

(Taiwan, ROC) --- Kasus penipuan di Taiwan terus bermunculan dalam beberapa tahun terakhir, dengan jumlah korban yang terus meningkat. Oleh karena itu, website "Dashboard Anti-Penipuan" yang didirikan oleh Ditjen Kepolisian Kementerian Dalam Negeri setiap hari mempublikasikan jumlah kasus penipuan yang ditangani, termasuk jumlah kerugian, dan modus penipuan.

Untuk peride satu pekan kemarin (4 Mei hingga 10 Mei) jumlah kasus penipuan yang ditangani mencapai 3.540 kasus, dengan total kerugian mencapai NT$ 1,94 miliar. Modus penipuan investasi palsu masih menjadi yang tertinggi dengan kerugian mencapai NT$ 1,1 miliar.

Peringkat kedua adalah 「Penipuan Belanja Online」 dengan 473 kasus, kerugian mencapai NT$ 23,1 juta.

Peringkat ketiga adalah 「Penipuan Pembeli Palsu terhadap Penjual」 dengan 350 kasus, kerugian mencapai NT$ 40,4 juta.

Data minggu ini menunjukkan, selain tiga modus penipuan yang umum di atas, penipuan rekening bank (kartu) juga perlu diwaspadai, karena pada 5 Mei 2025 kemarin telah terjadi 31 kasus dengan kerugian NT$ 1,34 juta. Selain itu, pada 7 Mei 2025 ada 35 kasus dengan kerugian mencapai NT$ 3,03 juta, dan pada 8 Mei 2025 ada 38 kasus dengan kerugian NT$ 1,98 juta.

Ditjen Kepolisian Kementerian Dalam Negeri mengingatkan masyarakat bahwa sindikat penipuan sering menggunakan iklan umpan untuk menarik korban, kemudian dengan alasan/bujukan tertentu, meminta korban memberikan rekening bank atau kartu bank, mengatur lokasi tersembunyi untuk penyerahan kartu, dan selanjutnya mengambil alih kendali rekening untuk operasi ilegal.

Ditjen Kepolisian Kementerian Dalam Negeri menguak bahwa taktik penipuan yang dilancarkan belakangan ini adalah pertama-tama menggunakan iklan media sosial, mengklaim bisa menghasilkan uang dengan mudah dengan menyewakan rekening, kemudian meminta penyerahan rekening dan kartu ATM, serta meminta informasi login internet banking. Yang akhirnya menggunakan rekening untuk menerima uang hasil penipuan atau pencucian uang, hingga rekening korban dibekukan atau ditutup.

Komentar

Terbarumore