(Taiwan, ROC) --- Seorang pekerja migran Vietnam bermarga Hu (胡姓) menaiki kereta lokal Taiwan TRA dan kehilangan tas yang berisi uang sebesar NT$4 juta.
Meski uang tersebut telah ditemukan, tetapi dikarenakan pihak kepolisian mendapati bahwa uang tersebut tidak diambil langsung dari bank, membuat pihak berwenang harus melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menahan gepokan tunai tersebut.
Selain itu, majikan yang merekrut Hu juga menyampaikan bahwa gaji yang diterima Hu per bulannya hanya berkisar NT$30.000.
Di lain pihak, Hu mengklaim bahwa NT$4 juta tersebut adalah tabungannya sendiri dan milik temannya, yang akan dikembalikan kepada kakak iparnya.
Karena banyak hal yang mencurigakan dalam pernyataannya, polisi memutuskan untuk menahan uang tersebut sementara waktu sampai semua kejanggalan dapat diklarifikasi, dan akan dikembalikan jika tidak ditemukan unsur ilegal.
Menurut investigasi TRA (Taiwan Railways Administration) dan Polisi TRA, Hu tidak sengaja meninggalkan tas berisi uang tunai saat menaiki kereta lokal nomor 3258 malam sebelumnya.
Ketika menyadari hal tersebut, Hu segera kembali ke meja layanan Stasiun Tainan untuk meminta bantuan. Setelah menerima pengaduan tersebut, staf TRA segera memberitahu kondektur untuk melakukan pencarian di sepanjang rute, dan akhirnya menemukan tas tangan hitam yang sesuai dengan deskripsi Hu.
Setelah dibuka, ternyata di dalamnya berisi uang kertas dalam jumlah besar.

Seorang pekerja migran Vietnam bermarga Hu (胡姓) menaiki kereta lokal Taiwan TRA dan kehilangan tas yang berisi uang sebesar NT$4 juta. 圖/翻攝自臉書「湯瑪士的日常」
Setelah dihitung oleh TRA, tas tersebut berisi uang lama senilai NT$4 juta yang dari penampilannya tidak terlihat seperti baru diambil dari bank. Tim investigasi Divisi Polisi Kereta Api Kaohsiung yang menangani kasus ini menilai dari cara pengikatan gepokan ribuan NT$ tersebut, bahwa uang dalam jumlah besar bersangkutan tidak diambil dari bank.
Polisi sebelumnya mengunjungi pabrik batu di Minxiong, Kabupaten Chiayi tempat Hu bekerja, dan menemukan bahwa itu memang pabrik yang menangani pemotongan marmer dan batu lainnya.
Majikan yang merekrut Hu menyatakan bahwa gaji bulanan Hu sekitar NT$30.000, dan tidak tahu dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu.
Pada Kamis sore (8/5), majikan menemani Hu ke Pos Polisi Kereta Api Chiayi untuk wawancara dengan polisi. Menurut informasi, Hu mengklaim bahwa dari total NT$4 juta tersebut, sebagian adalah tabungannya sendiri, dan sebagian lainnya adalah milik orang lain, dan mengatakan bahwa uang tersebut akan dikembalikan kepada kakak iparnya. Polisi juga sudah mewawancarai kakak ipar Hu tadi malam.
Untuk mengklarifikasi aliran dana, kepemilikan uang, dan apakah ada keterlibatan penukaran uang ilegal atau pengumpulan dana dari pekerja migran lainnya, untuk saat ini polisi belum mengizinkan Hu mengambil kembali uang NT$4 juta tersebut.
Polisi menekankan bahwa jika tidak ditemukan unsur ilegal, maka mereka akan segera mengembalikan uang NT$4 juta tersebut kepada yang bersangkutan.