History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Daging Babi Mengandung Ractopamine Masuk Taiwan, Chiu Tai-yuan: Tidak Akan Diperiksa per Batch, Tetap Wajib Cantumkan Asal Negara

  • 08 May, 2025
  • 鄭蕙玲
Daging Babi Mengandung Ractopamine Masuk Taiwan, Chiu Tai-yuan: Tidak Akan Diperiksa per Batch, Tetap Wajib Cantumkan Asal Negara
Daging Babi Mengandung Ractopamine Masuk Taiwan, Chiu Tai-yuan: Tidak Akan Diperiksa per Batch, Tetap Wajib Cantumkan Asal Negara (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) -- Direktorat Jenderal Makanan dan Obat-obatan Taiwan (TFDA), Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan baru-baru ini mengumumkan bahwa tiga batch kaki babi beku impor dari Australia terdeteksi mengandung “Ractopamine”, sehingga memicu kekhawatiran publik terkait keamanan pangan.

Menteri MOHW Taiwan Chiu Tai-yuan (邱泰源) pada hari ini (8/5) saat berada di Yuan Legislatif menyatakan bahwa kadar zat ractopamine dalam daging impor tersebut tidak melebihi ambang batas yang ditetapkan, seingga secara hukum diperbolehkan untuk diedarkan. Chiu juga menegaskan bahwa ke depannya tidak akan melakukan pemeriksaan 100% pada setiap batch impor, tetapi MOHW akan tetap bersikukuh mewajibkan pencantuman asal negara daging babi sesuai ketentuan hukum.

Baru-baru ini sebanyak tiga batch “kaki babi beku” impor dari Australia dengan total berat 70,24 ton terdeteksi mengandung ractopamine, dengan kadar antara 0,001 hingga 0,003 ppm, yang mana masih di bawah ambang batas residu yang ditetapkan Taiwan, yakni sebesar 0,01 ppm. TFDA memberikan izin impor sesuai ketentuan, serta mengungkapkan informasi mengenai negara asal, berat, dan kadar temuan melalui “Dasbor Informasi Daging Babi” milik TFDA. Karena ini adalah pertama kalinya Taiwan mendeteksi ractopamine dalam daging babi impor, hal ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait keamanan pangan. Menteri MOHW Chiu Tai-yuan (邱泰源) dan Kepala TFDA Chiang Chih-kang (姜至剛) sama-sama menegaskan bahwa produk tersebut memenuhi standar dan dilepas ke pasar sesuai hukum.

Komite Kesejahteraan Sosial dan Kebersihan Lingkungan Yuan Legislatif pada hari ini (8/5) mengagendakan laporan khusus oleh Menteri MOHW Chiu Tai-yuan (邱泰源), terkait langkah-langkah peningkatan pemeriksaan keamanan pangan daging setelah ditemukannya zat Ractopamine pada daging babi impor. Saat ini, produk daging babi impor dari berbagai negara diperiksa melalui metode pengambilan sampel secara acak, dengan tingkat pemeriksaan antara 2-10%. Namun, setelah adanya temuan ractopamiine, publik pun mendesak agar tingkat pemeriksaan dapat ditingkatkan dan alur distribusi daging tersebut pun dapat diumumkan secara transparan. Menanggapi hal tersebut, Chiu dalam sebuah wawancara sebelum rapat menyatakan bahwa seluruh prosedur akan dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku, dan selama produk memenuhi syarat, maka dapat diimpor. Dirinya juga menegaskan bahwa ke depannya tidak akan memberlakukan pemeriksaan 100% pada setiap batch impor.

Legislator dari Partai Kuomintang, Chen Ching-hui (陳菁徽) saat sesi interpelasi menyoroti jika kewajiban pelabelan negara asal pada produk daging babi di Taiwan dianggap sebagai hambatan perdagangan non-tarif oleh Amerika Serikat (AS). Chen pun mempertanyakan apakah pemerintah Taiwan akan membuat kompromi dalam negosiasi tarif dengan AS di kemudian hari, dan jikalau ya, siapa yang akan bertanggung jawab secara politik atas keputusan tersebut. Menanggapi hal tersebut, Menteri MOHW Chiu Tai-yuan (邱泰源) menegaskan, terlepas dari siapa pun pejabat pemerintahnya, konsensus bersama adalah melindungi keamanan pangan masyarakat berdasarkan bukti ilmiah. Chiu juga menyatakan bahwa MOHW akan tetap berpegang pada prinsip pelabelan asal produk sesuai hukum, baik untuk produk dalam maupun luar negeri.

Selain itu, Legislator Partai Kuomintang Wang Yu-Min (王育敏) dalam sesi interpelasi menyoroti bahwa Yuan Eksekutif telah mengeluarkan “Langkah Pengelolaan Komprehensif untuk Daging Babi Impor” pada tahun 2020 lalu, yang mewajibkan pengawasan pada sumbernya, dan melarang peredaran sebelum inspeksi pabrik dilakukan. Kini, setelah tiga batch daging babi asal Australia terdeteksi mengandung Ractopamine, Wang meminta agar impor ditangguhkan sementara dan melakukan inspeksi langsung ke fasilitas produksi. Menanggapi hal tersebut, Kepala TFDA Chiang Chih-kang (姜至剛) menjelaskan bahwa Ditjen Pengawasan Pengawasan Kesehatan Hewan dan Tumbuhan (APHIA), Kementerian Pertanian (MOA) Taiwan telah membuka impor secara rutin, sejak tahun 2011. Saat ini, dari 27 negara di dunia yang menggunakan Ractopamine dalam produksi daging babinya, Taiwan mengizinkan impor dari enam di antaranya. Berdasarkan prinsip perlindungan kepercayaan, impor tidak akan ditangguhkan, tetapi pihak TFDA akan secara aktif melaksanakan inspeksi ke fasilitas produksi di Australia.

Menteri MOHW Chiu Tai-yuan (邱泰源) menegaskan bahwa terkait keamanan pangan, MOHW akan mengutamakan perlindungan terhadap keamanan pangan masyarkat, sekaligus tetap sejalan dengan arah kebijakan nasional secara keseluruhan. Penetapan kebijakan dilakukan berdasarkan prinsip analisis ilmiah, dengan mempertimbangkan evaluasi risiko pola konsumsi masyarakat Taiwan dan kebiasaan makan yang khas, serta mengacu pada standar internasional. Selain itu, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah juga akan terus diperkuat untuk memastikan pelaksanaan pemeriksaan di perbatasan dan pengawasan di pasar sesuai dengan ketentuan hukum.

Komentar

Terbarumore