History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

OCAC: Dampak Tarif AS Terhadap Pengusaha Taiwan, Terus Memperkuat Layanan Komunikasi

  • 07 May, 2025
  • 尤繼富
OCAC: Dampak Tarif AS Terhadap Pengusaha Taiwan, Terus Memperkuat Layanan Komunikasi
OCAC: Dampak Tarif AS Terhadap Pengusaha Taiwan, Terus Memperkuat Layanan Komunikasi

(Taiwan, ROC) -- Terkait tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha diaspora Taiwan di luar negeri akibat kebijakan tarif balasan dari Amerika Serikat (AS), Kepala Dewan Urusan Komunitas Tionghoa di Luar Negeri (OCAC), Hsu Chia-ching (徐佳青) dalam rapat interpelasi di Yuan Legislatif pada hari ini (7/5) menyatakan bahwa para pengusaha Taiwan tidak hanya menjalankan bisnis di negara tempat mereka tinggal, tetapi juga memiliki banyak investasi di negara ketiga. Oleh karena itu, tarif balasan memberikan dampak yang cukup besar bagi mereka. Saat ini, OCAC telah meminta informasi dari para ketua asosiasi pengusaha Taiwan di berbagai negara, dan ke depannya akan terus mengintegrasikan berbagai sumber daya untuk memperkuat layanan dan hubungan dengan pelaku usaha diaspora Taiwan di seluruh dunia.

Komisi Urusan Luar Negeri Yuan Legislatif mengundang Kepala OCAC, Hsu Chia-ching (徐佳青) untuk menyampaikan laporan khusus bertema “Tantangan Kebijakan Tarif Balasan AS terhadap Strategi Global Pelaku Usaha Diaspora Taiwan, serta Strategi dan Langkah Konkret Pemerintah dalam Mendukung Diaspora Taiwan.” Dalam kesempatan tersebut, Hsu kembali menegaskan bahwa OCAC akan terus mengintegrasikan berbagai sumber daya guna mendukung penuh pelaku usaha diaspora Taiwan. Sebagai langkah antisipasi terhadap dampak tarif AS, OCAC juga telah meminta Overseas Credit Guarantee Fund untuk mengkaji kemungkinan pemberian bantuan melalui skema penjaminan pembiayaan guna membantu para pengusaha Taiwan yang terdampak.

Ketika menjawab pertanyaan dalam rapat, Hsu menjelaskan persoalan yang dihadapi oleh pelaku usaha diaspora Taiwan. Dirinya menyebut bahwa banyak dari mereka telah bermigrasi ke luar negeri sejak lama, dan seiring perubahan rantai pasok global, kini selain menjalankan usaha di negara tempat mereka tinggal, banyak juga yang melakukan investasi baru atau aktivitas perdagangan di negara ketiga.

Hsu Chia-ching (徐佳青) mengatakan, “Dampak dan pengaruh dari kebijakan tarif balasan Amerika Serikat terhadap mereka memang sangat besar. Karena itu, kami akan melakukan klasifikasi lebih lanjut, dengan membedakan antara sektor manufaktur, jasa, dan industri terkait lainnya, guna secara lebih jelas memahami dampak tarif terhadap masing-masing sektor.”

Beberapa anggota legislatif menyoroti kondisi pengusaha Taiwan di kawasan Asia Tenggara. Menanggapi hal tersebut, Hsu menyebut bahwa situasinya bervariasi, “ada yang senang, ada yang sedih”. Dirinya mencontohkan Filipina, di mana tarif balasan terhadap AS relatif rendah, sehingga pelaku usaha Taiwan di sana justru mendapatkan lebih banyak pesanan dan peluang investasi.

“Pengusaha Taiwan di Filipina mungkin justru lebih diuntungkan dalam gelombang ini”, ujar Hsu. Namun, kondisi di Vietnam berbeda. Meski demikian, Vietnam termasuk dalam putaran pertama negosiasi dengan AS, dan kemungkinan akan ada kesimpulan awal pada akhir pekan ini.

Komentar

Terbarumore