History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Serangan Udara India Tewaskan 8 Orang di Wilayah Pakistan, Menhan Pakistan: Kami Akan Membalas Dengan Setimpal

  • 07 May, 2025
  • 陳柏萇
Serangan Udara India Tewaskan 8 Orang di Wilayah Pakistan, Menhan Pakistan: Kami Akan Membalas Dengan Setimpal
(Sumber foto: AFP)

(Taiwan, ROC) -- India meluncurkan beberapa rudal ke wilayah Pakisatan pada dini hari tadi (7/5). Menurut pihak Pakistan, serangan tersebut menewaskan sedikitnya 8 orang, dan pihaknya menyatakan telah mulai mengambil tindakan balasan. Ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir ini sontak meningkat secara drastis.

Menurut pemberitaan AFP, pemerintah India beberapa hari yang lalu menuduh Pakistan telah melancarkan serangan mematikan di wilayah Kashmir yang dikuasai India pada bulan lalu. Hari ini, pihak India mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap sembilan lokasi di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan, dan menyebutnya sebagai “serangan presisi terhadap kamp-kamp teroris”.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif awalnya menyatakan bahwa serangan India mempengaruhi setidaknya 5 lokasi dan menewaskan 3 orang, termasuk seorang anak kecil.

“Kami telah memulai tindakan balasan, dan dalam waktu dekat ini kami akan membalas dengan setimpal”, kata Khawaja Muhammad Asif.

Dirinya juga menuduh Perdana Menteri India, Narendra Modi, melancarkan serangan tersebut demi “menaikkan” dukungan politiknya di dalam negeri.

Tak lama kemudian, juru bicara militer memperbarui informasi dengan menyatakan bahwa terdapat total 24 serangan di enam lokasi dalam wilayah Pakistan, yang mengakibatkan 8 orang tewas, 35 orang luka-luka, dan 2 orang dinyatakan hilang. Juru bicara tersebut juga menambahkan bahwa seorang gadis kecil berusia 3 tahun tewas di dalam sebuah masjid di Provinsi Punjab.

Pada tanggal 22 April lalu, terjadi serangan bersenjata terhadap wisatawan di Pahalgam, sebuah kawasan wisata di wilayah Kashmir yang dikuasai India. Pihak India secara langsung menuduh bahwa dalang dari serangan tersebut adalah anggota “Lashkar-e-Taiba”, sebuah kelompok yang berbasis di Pakistan dan telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Insiden tersebut menewaskan sebanyak 26 orang, yang sebagian besar merupakan pria penganut agama Hindu dari India. Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Menurut laporan dari media Reuters, India melancarkan serangan ke wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan pada dini hari tadi. Pakistan kemudian melaporkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka, serta menyatakan akan melakukan aksi balasan. Menanggapi situasi ini, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan penyesalannya atas perkembangan tersebut, sementara Sekretaris Jenderal PBB menyerukan agar kedua belah pihak menahan diri.

“Sungguh disayangkan. Saya baru saja mendengarnya. Saya rasa, orang-orang bisa menerka akan terjadi sesuatu, berdasarkan pengalaman di masa lalu. Mereka telah bertempur cukup lama, selama beberapa dekade. Saya berharap semua ini segera berakhir.”, kata Trump.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, menyatakan bahwa dirinya sangat prihatin atas tindakan militer India yang melintasi Line of Control dan perbatasan untuk melakukan serangan. Ia juga mendesak kedua negara untuk menunjukkan tingkat pengendalian militer yang setinggi mungkin. Dunia tidak mampu menanggung konsekuensi dari konfrontasi militer antara India dan Pakistan.

Komentar

Terbarumore