(Taiwan, ROC) --- Di bawah tekanan situasi internasional, pemerintah Myanmar secara bertahap membebaskan korban dari kawasan penipuan, termasuk 55 warga Taiwan, yang terbang kembali dari Thailand Rabu pagi ini (7/5). Mereka diperkirakan tiba di Taiwan dalam dua kelompok.
Setelah mendarat, Biro Investigasi Kriminal (CIB) mengambil alih penanganan. Dari kelompok pertama, 16 orang tercatat sebagai buronan, sementara 20 orang lainnya adalah warga sipil biasa.
Salah satu dari mereka memberikan wawancara setelah mendarat, mengatakan bahwa dia melihat lowongan kerja sebagai customer service game melalui platform Facebook. Tak disangka selain tertipu, dia ditahan selama dua sampai tiga bulan dan terus menolak (untuk bekerja), akhirnya berhasil diselamatkan berkat bantuan militer Myanmar.
Korban lain menyatakan dia ditipu dengan janji mendapat penghasilan, tetapi tak disangka justru harus membayar puluhan ribu kepada pihak penahan. Seorang pria yang diselamatkan mengatakan, mereka akan ditampar jika tidak bekerja dengan baik. Dia akhirnya bisa keluar dari penderitaan selama enam bulan setelah perusahaan di Myanmar mengatakan mereka bisa pulang secara sukarela.
55 warga Taiwan tersebut kemudian akan dibawa ke CIB untuk memberikan keterangan, lalu diteruskan ke Kantor Kejaksaan untuk interogasi lebih lanjut.