(Taiwan, ROC) -- Kementerian Pertahanan Nasional (MND) Taiwan menggelar konferensi pers rutin dan mengumumkan “Laporan Kinerja Kebijakan Tahun 2024” pada hari ini (6 Mei). Dalam laporan tersebut disebutkan ada 11 target kebijakan yang dijalankan sepanjang tahun, termasuk, “Membangun kemampuan pertahanan operasional terpadu militer nasional", "menyesuaikan dengan kondisi nyata di medan perang", dan "mendorong transformasi sistem pasukan cadangan". Selain itu, MND berencana untuk melatih lebih dari 20.000 tentara cadangan tahun ini.
Dalam konferensi pers hari ini, MND menyampaikan bahwa semua 11 target kebijakan militer tahun 2024 telah dilaksanakan sesuai rencana tahunan. Berbagai upaya peningkatan juga akan dimasukkan dalam kebijakan tahun 2025 untuk terus dilanjutkan. Di antaranya, anggaran investasi militer sebesar NT$125,5 miliar yang ditetapkan pada 2024, dengan sekitar NT$80 miliar dialokasikan untuk pembelian dan produksi dalam negeri, yang akan memperkuat kemandirian pertahanan nasional dan kapasitas industri.
Pada saat yang sama, militer nasional terus mendorong transformasi sistem pasukan cadangan. Pada 2024, berdasarkan perintah latihan seperti Hanguang dan Tongxin, sebanyak 58 unit pasukan cadangan dengan total 14.647 personel ikut serta, naik lebih dari 2.000 orang dibandingkan 2023. Sementara itu, seiring dengan pelaksanaan Latihan Han Guang ke-41 tahun ini, skala partisipasi pasukan cadangan akan diperluas, dengan jumlah personel yang akan dilatih diperkirakan mencapai 20.000 orang. Latihan akan berlangsung selama 14 hari, berupa pelatihan simulasi pertempuran dan pelatihan tempur penuh.
Selain itu, dalam hal perekrutan personel, MND mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama perekrutan dengan 118 perguruan tinggi dan 420 sekolah menengah atas/kejuruan di seluruh Taiwan. Tingkat pencapaian perekrutan untuk perwira dan bintara pada tahun 2024 mencapai 95,1%, sementara tingkat retensi (kesediaan untuk tetap bertugas) mencapai 82%—melampaui target tahunan MND sebesar 76%.