(Taiwan, ROC) --- Industri pengolahan limbah dan daur ulang memiliki karakteristik 3K (Berbahaya, Melelahkan, Kotor) seperti industri manufaktur. Namun, karena tidak memiliki sertifikat registrasi pabrik, maka mereka tidak dapat mengajukan permohonan pekerja migran sektor manufaktur.
Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup mengajukan proposal ke Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) untuk membuka perekrutan pekerja migran dengan rasio alokasi 20%. Diperkirakan sekitar 600 lebih perusahaan membutuhkan 1.000 pekerja migran.
Pelaku industri menyatakan bahwa sektor daur ulang memiliki persepsi sosial yang kurang baik, sehingga sulit mendapatkan pekerja lokal. Itulah mengapa mereka berharap dapat merekrut pekerja migran, meskipun masih perlu penyesuaian dalam hal manajemen, akomodasi, dan makanan.
Wakil Ketua Ditjen Daur Ulang Sumber Daya Kementerian Lingkungan Hidup, Lin Chien-san (林健三) menyatakan, MOL akan mengumumkan rancangan peraturan secepat-cepatnya awal Mei, dan Kementerian Lingkungan Hidup berencana membuka pendaftaran pada pertengahan Mei.
Saat itu, mereka akan memberitahu pelaku usaha yang membutuhkan, dan setelah Kementerian Lingkungan Hidup menetapkan kelayakan permohonan, maka baru bisa mengajukan permohonan pekerja migran ke Kementerian Ketenagakerjaan.
Sekjen Asosiasi Nasional Pengusaha Daur Ulang Taiwan, Guo Kun-li (郭崑澧), menambahkan bahwa banyak orang menganggap industri daur ulang seperti memungut sampah, sehingga memiliki persepsi sosial yang buruk. Selain itu, pekerjaan ini mengharuskan pekerja mengatur barang daur ulang di luar ruangan baik saat cerah maupun hujan.
Faktanya, banyak warga yang tidak ingin anak mereka bekerja di bidang ini, sehingga sulit bagi pengusaha untuk mendapatkan pekerja lokal.
Dia menjelaskan, meskipun ada anak muda yang mau bergabung, kebanyakan mereka terlilit hutang atau catatan kriminal. Karena kondisi ekonomi mereka yang buruk, jika mereka mengacaukan sesuatu atau merusak barang, maka mereka langsung berhenti bekerja. Hal ini menyebabkan ketidakstabilan dan tingkat rotasi pekerja yang tinggi.
Hanya pekerja dengan usia yang lebih tua yang memilih tetap bertahan demi menghidupi keluarga, dengan banyak pekerja berusia di atas 50 tahun di industri ini. Itulah mengapa mereka berharap bisa merekrut pekerja migran.