History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kandungan Raktopamin Ditemukan pada Daging Babi Impor untuk Pertama Kalinya Sejak 2021, Pakar Serukan Penguatan Langkah Pendukung

  • 05 May, 2025
  • 陳志勇
Kandungan Raktopamin Ditemukan pada Daging Babi Impor untuk Pertama Kalinya Sejak 2021, Pakar Serukan Penguatan Langkah Pendukung
Kandungan Raktopamin Ditemukan pada Daging Babi Impor untuk Pertama Kalinya Sejak 2021, Pakar Serukan Penguatan Langkah Pendukung (Foto: freepik)

(Taiwan, ROC) - Kandungan raktopamin ditemukan pada daging babi impor untuk pertama kalinya sejak Taiwan mencabut larangan pada tahun 2021.

Dasbor pemantauan daging babi Badan Pengawas Obat dan Makanan Taiwan (TFDA) di bawah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) menunjukkan, pengiriman dari Australia pada tanggal 29 April sebanyak 22,99 metrik ton daging babi ditemukan mengandung 0,001 bagian per juta (ppm) raktopamin.

Ini adalah pertama kali daging babi impor terdeteksi mengandung raktopamin sejak Taiwan membuka impor daging babi yang mengandung raktopamin pada Hari Tahun Baru 2021. Meski belum melampaui standar, para pakar menyerukan agar dapat terus dipantau dan diperkuat dengan langkah pendukung.

Direktur Yayasan Pendidikan Konsumen Hsu Tse-yu (徐則鈺) mengemukakan, orang-orang dulunya hanya khawatir tentang apakah daging babi Amerika mengandung raktopamin, kini daging babi Australia impor juga ditemukan mengandung tambahan pakan hewan tersebut. 

Meski konsentrasinya masih dalam batas regulasi, tetap saja ada konsumen yang merasa keberatan, maka Hsu mengusulkan agar pemerintah memberitahu konsumen ke mana perginya kiriman daging babi Australia ini, yang akan berdampak baik bagi reputasi daging babi Australia secara keseluruhan.

Sementara itu, kepala kedokteran okupasi dan toksikologi klinis di Rumah Sakit Umum Veteran Taipei, Yang Chen-chang (楊振昌) meminta pemerintah untuk memperketat regulasi bersangkutan, termasuk mewajibkan pelabelan tempat asal yang lebih jelas, sehingga konsumen dapat membuat pilihan yang tepat.

Yang menjelaskan bahwa raktopamin merupakan stimulan saraf simpatik. Asupan berlebihan dapat menyebabkan detak jantung cepat, tangan gemetar, jantung berdebar, gejala gastrointestinal, dan aritmia parah. Di masa lalu, penyakit ini terutama terjadi pada hewan ternak dan menyebabkan perilaku gelisah. Sejauh ini, belum ada kasus raktopamin yang terjadi pada manusia. Namun, masyarakat terutama khawatir akan bahaya paparan jangka panjang, dan mendesak pemerintah untuk memperkuat kebijakan terkait.

Berdasarkan regulasi TFDA, tingkat residu raktopamin yang diizinkan di berbagai bagian tubuh babi saat ini adalah 0,04 PPM untuk hati dan ginjal babi, dan 0,01 PPM untuk daging babi, lemak babi, serta jeroan babi seperti usus dan otak.

Komentar

Terbarumore