(Taiwan, ROC) - Lebih dari 3.000 apoteker turun ke jalan untuk berunjuk rasa di Ketagalan Boulevard di depan Istana Kepresidenan di Taipei pada hari Minggu, memprotes arahan baru dari Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) perihal penjualan obat tradisional Tiongkok.
Arahan baru yang diumumkan MOHW pada tanggal 18 Maret itu menafsirkan ulang Pasal 103 Undang-Undang Kefarmasian untuk mengizinkan individu yang memegang bukti telah menjalankan bisnis pengobatan tradisional Tiongkok dan menyelesaikan kursus tertentu untuk terus menjual obat tradisional, meskipun mereka bukan apoteker berlisensi.
Pengorganisasi aksi demo Federasi Asosiasi Apoteker Taiwan (FTPA) menegaskan bahwa penafsiran ulang dari MOHW memperpanjang "klausul penghentian" dari UU Kefarmasian dan menormalkan peraturan transisi yang memperbolehkan personel tertentu yang tidak memiliki keahlian farmasi dan belum lulus ujian "apoteker" nasional untuk menjual obat-obatan Tiongkok.
Konsultan umum FTPA Lee Shu-ping (李蜀平) menunjukkan bahwa penafsiran ini memungkinkan praktisi pengobatan Tiongkok untuk menjual bahan obat Tiongkok selama mereka menyelesaikan 35 SKS dan menjalani magang satu tahun.
Lee mempertanyakan, bisakah seseorang yang mengelola rumah sakit menjadi dokter setelah menyelesaikan 35 SKS? Bisakah teknisi model gigi menjadi dokter gigi setelah menyelesaikan 35 SKS? Bisakah seorang perawat hewan peliharaan menjadi dokter hewan setelah menyelesaikan 35 SKS?
Lee Shu-ping mengatakan, "Kita harus bersatu melawan musuh bersama. Masalah ini telah diperdebatkan selama lebih dari 30 tahun. Tujuan mereka sangat sederhana. Pertama, mereka berusaha mendapatkan lisensi dengan 35 SKS, kemudian memperjuangkan hak apoteker, lantas menjadi praktisi pengobatan Tiongkok. Kita harus bekerja sama untuk mengungkap konspirasi ini."
Sementara itu, Ketua FTPA Huang Chin-shun (黃金舜) mengemukakan dalam pidatonya, ada banyak kesangsian dalam penafsiran ini, yang tidak saja tidak dikomunikasikan sepenuhnya, tetapi juga langsung diberlakukan.
Ini, tegas Huang, bermotif tidak baik dan diduga akan menguntungkan orang lain, maka FTPA menuntut pengunduran diri Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Chiu Tai-yuan (邱泰源) dan Direktur Departemen Pengobatan Tradisional Tiongkok Su Yi-chang (蘇奕彰), serta pencabutan penafsiran 18 Maret.