History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wali Kota New Taipei Ungkap Kekhawatiran Industri Terkait Kekurangan Listrik, Presiden Lai: Pasokan Listrik Stabil Hingga 2032

  • 02 May, 2025
  • 陳柏萇
Wali Kota New Taipei Ungkap Kekhawatiran Industri Terkait Kekurangan Listrik, Presiden Lai: Pasokan Listrik Stabil Hingga 2032
Wali Kota New Taipei Ungkap Kekhawatiran Industri Terkait Kekurangan Listrik, Presiden Lai: Pasokan Listrik Stabil Hingga 2032

(Taiwan, ROC) -- Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada hari ini (2/5) mengunjungi kawasan industri New Taipei dan mengadakan dialog dengan para pelaku industri. Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota New Taipei Hou Yu-ih (侯友宜) menyampaikan bahwa kalangan industri berharap Yuan Eksekutif dapat segera mengumumkan informasi terkait, serta menaruh perhatian pada masalah pasokan listrik. Hou Yu-ih (侯友宜) juga menekankan bahwa Taiwan tidak seharusnya terjebak dalam konflik internal.

Menanggapi hal tesebut, Presiden Lai menjelaskan berbagai program dukungan dan kepedulian yang telah diajukan oleh Yuan Eksekutif, serta menegaskan bahwa pasokan listrik akan tetap stabil hingga tahun 2032. Dirinya juga menunjukkan data untuk menekankan bahwa ekonomi Taiwan memiliki daya tahan, dan berharap krisis yang ada dapat diubah menjadi peluang, lalu dikembangkan menjadi potensi bisnis guna menciptakan keajaiban ekonomi Taiwan.

Setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru, Presiden Lai Ching-te (賴清德) terus mendengarkan masukan dari kalangan industri. Presiden Lai pada Jumat (2/5), dengan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kantor Kepresidenan Pan Men-an (潘孟安) dan Menteri Ekonomi J.W. Kuo (郭智輝), mengunjungi kawasan industri New Taipei untuk berdialog dengan para pelaku industri. Wali Kota New Taipei Hou Yu-ih (侯友宜) pun dilaporkan turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Hou Yu-ih (侯友宜) dalam pidatonya mengutarakan keprihatinan bersama para pelaku industri di New Taipei. Hou menunjukkan bahwa karena situasi internasional dan pernyatan Donald Trump yang terus berubah, para pelaku industri berharap dapat memperoleh informasi terkait secara cepat agar bisa segera melakukan antisipasi dan persiapan. Dirinya menyebutkan bahwa Yuan Eksekutif telah berkomitmen untuk sebisa mungkin bersikap terbuka dan transparan. Selanjutnya, ia menyoroti masalah pasokan listrik. Menurutnya, karena permintaan listrik yang terus meningkat dan dengan akan dihentikannya operasional pembangkit listrik tenaga nuklir, para pelaku industri khawatir akan terjadi krisis kekurangan listrik. Terakhir, Hou berharap agar Presiden Lai dapat lebih banyak mendengarkan suara pelaku industri dan masyarakat, serta memastikan pelaksanaan kebijakan secara nyata.

Hou Yu-ih (侯友宜) juga mengutip sampul majalah “The Economist” edisi terbaru yang menyoroti tekanan ganda yang dihadapi Taiwan terkait tarif dan keamanan nasional. Dirinya menekankan bahwa di saat seperti ini, Taiwan tidak boleh terjebak dalam konflik internal.

Presiden Lai kemudian menyampaikan pidatonya, menjelaskan langkah-langkah yang diambil oleh tim eksekutif serta berbagai program dukungan dan kepedulian yang ditujukan bagi industri. Menanggapi keprihatinan pelaku industri yang disampaikan oleh Hou Yu-ih (侯友宜) terkait pasokan listrik, Presiden Lai secara khusus menegaskan bahwa pasokan listrik akan tetap aman hingga tahun 2032.

Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengatakan, “Tadi Wali Kota Hou menyampaikan masalah kestabilan pasokan listrik, saya ingin menjelaskan kepada semuanya, Kementerian Ekonomi telah melakukan perhitungan, hingga tahun 2032 Taiwan tidak akan menghadapi masalah dalam pasokan listrik. Bahkan jika kita memperhitungkan perkiraan kebutuhan listrik untuk kecerdasan buatan dan pusat data, hingga tahun 2032, pasokan listrik tetap stabil tanpa masalah.

Presiden Lai menunjukkan bahwa Taiwan saat ini kekurangan energi hijau. Oleh karena itu, pemerintah sedang giat mendorong berbagai pembangunan energi terbarukan. Selain energi angin dan solar, perhatian pemerintah di kemudian hari juga akan difokuskan pada pembangkit listrik tenaga air, energi panas bumi, dan teknologi pembangkit energi baru seperti hidrogen.

Terakhir, Presiden Lai mengungkapkan beberapa data, termasuk penurunan proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi dari beberapa negara oleh Dana Moneter Internasional (IMF), tetapi Taiwan justru mengalami kenaikan. Pertumbuhan ekonomi Taiwan pada kuartal pertama mencapai 5,37%, dengan 65% produk Taiwan diekspor ke negara-negara selain Amerika Serikat dan Tiongkok. Dirinya menyatakan bahwa semua ini merupakan bukti daya tahan dalam pengembangan ekonomi dan industri Taiwan selama beberapa dekade. Dirinya juga berharap agar para pelaku industri memiliki keyakinan terhadap diri mereka sendiri.

Presiden Lai juga menyatakan bahwa Taiwan selalu dapat menemukan peluang dalam setiap tantangan, dan melalui proses yang sulit, Taiwan pun tumbuh lebih kuat. Inilah semangat Taiwan. Dirinya juga menekankan bahwa pemerintah akan dengan hati-hati menghadapi kebijakan tarif baru dari Amerika Serikat, dan Taiwan akan tetap teguh pada posisinya, bergerak cepat dan teratur untuk mendapatkan hasil negosiasi terbaik.

Komentar

Terbarumore