(Taiwan, ROC) --- Di antara hewan-hewan yang viral di internet, ada satu spesies yang dijuluki sebagai Hewan Terbahagia di Dunia, yaitu Quokka.
Quokka (Setonix brachyurus) adalah sejenis kanguru kecil, dengan ukuran tubuh yang hampir sama dengan kucing peliharaan. Seperti mamalia berkantung lainnya, mereka adalah hewan herbivora dan umumnya aktif pada malam hari.
Sebagian besar Quokka hidup di pulau-pulau kecil di pesisir Australia Barat, terutama terkonsentrasi di Pulau Rottnest dan Pulau Bald.
Menurut penjelasan dari situs National Geographic, Quokka terlihat seperti boneka yang menggemaskan, dengan wajah yang selalu menampilkan senyuman, sehingga mendapatkan julukan tersebut.

圖: REDDIT
Terdaftar Sebagai Hewan Terancam Punah
Quokka suka bergerak dalam kelompok, memakan daun mint dan tumbuhan hijau lainnya, serta menyimpan lemak di ekor mereka sebagai cadangan untuk masa-masa sulit. Mereka menggali terowongan di antara vegetasi untuk tidur siang atau bersembunyi, dan juga melompat-lompat seperti kanguru (kerabat dekat mereka).
Saat ini, Pulau Rottnest adalah satu-satunya tempat di mana masih dapat ditemukan kumpulan Quokka dalam jumlah besar. Di pulau tersebut terdapat sekitar 12.000 ekor Quokka, sementara total populasi Quokka liar kurang dari 14.000 ekor (pada masa kejayaannya, jumlah mereka mencapai puluhan ribu).
Akibat kerusakan habitat dan perburuan oleh manusia, Quokka kini telah diklasifikasikan sebagai spesies rentan (vulnerable) oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).


圖:PIXABAY
Tidak Takut Dekat dengan Manusia
Ada fakta menarik lainnya, Quokka tampaknya tidak keberatan berfoto bersama dengan para wisatawan yang berteriak kegirangan. Mereka sangat berani, berani menyeberangi jalan, dan seperti rakun, mereka juga mencuri makanan dari tempat sampah. Mereka bahkan bersedia berfoto bersama manusia, yang kemudian diunggah ke Facebook.
Namun, meskipun boleh berfoto, jangan sembarangan menyentuh mereka. Karena menyentuh Quokka adalah tindakan ilegal, dan para ahli juga menyarankan untuk tidak memberi mereka makan, untuk menghindari risiko tergigit.