(Taiwan , ROC) -- Presiden Lai Ching-te (賴清德) memimpin upacara kenaikan pangkat perwira bulan Mei di Istana Persiden hari ini (30/4). Presiden Lai Ching-te menyampaikan, menghadapi keamanan negara dan ancaman otoritarianisme, peningkatan kewaspadaan dari para perwira militer adalah kunci penting, beliau berharap dengan kenaikan pangkat ini dapat merealisasikan nilai tekad hati “menjaga keamanan negara”, memperkuat tugas menjaga keamanan, bersama-sama membangun garis pertahanan yang kokoh bagi keamanan negara.
Presiden Lai Ching-te saat memimpin upacara kenaikan pangkat perwira, pertama-tama mengucapkan selamat keapda semua perwira, dan menyampaikan hasil dari kerja keras dan tekad dari para perwira selama jangka panjang ini, tetapi juga mengemukakan bahwa beban tugas tanggung jawab akan semakin berat.
Presiden Lai menyampaikan, situasi geopolitik internasional berubah dengan cepat untuk saat ini, Taiwan semakin menghadapi ancaman ekspansi otoritarianisme, selain semakin lama semakin memperluas invansi wilayah abu-abu, Partai Komunis juga terus menggunakan berbagai cara untuk melakukan infiltrasi, berupaya untuk mencuri rahasia pertahanan keamanan Taiwan, menghancurkan pertahanan keamanan negara. Beliau juga berharap para perwira dapat meningkatkan tugas keamanan dan bersama-sama membentuk garis pertahanan.
Presiden Lai Ching-te mengatakan, “Pada Maret tahun ini, saya merumuskan 17 strategi untuk menanggapi ancaman keamanan negara dan reunifikasi, bersamaan dengan waktu itu, peningkatan kewaspadaan dari para perwira militer juga adalah kunci penting. Saya berharap setiap perwira militer di tiap-tiap instansi maupun kementerian dapat melaksanakan tugas masing-masing, menerapkan nilai tekad hati ‘menjaga keamanan negara’, memperkukuh tugas menjaga pertahanan dan keamanan, bersama-sama membangun garis pertahanan yang kokoh bagi keamanan negara.”
Presiden Lai Ching-te juga kembali menyampaikan pentingnya meningkatkan kemampuan pertahanan diri, selain pemerintah yang akan terus melakukan revolusi meningkatkan pertahanan negara, dengan membeli persenjataan dan perlengkapan baru, beliau juga berharap agar semua perwira militer membuang inersia kognitif (kecenderungan untuk orientasi tertentu dalam cara individu berpikir tentang suatu isu, keyakinan ataupun strategi untuk menolak perubahan), mengubahnya dengan konsep dengan lebih fleksibel, inovatif dan nyata untuk memaksimalkan fungsi tentara militer modern dan meningkatkan kemampuan pertahanan keamanan secara menyeluruh.
Kali ini ada 2 orang menjadi letnan jenderal dan 11 orang dinaikkan menjadi mayor jenderal.