(Taiwan, ROC) --- Sebagian besar bandara di seluruh dunia menyediakan stasiun pengisian daya USB secara gratis untuk para pengunjung. Namun, belakangan ini para ahli memperingatkan, sebaiknya menghindari penggunaan stasiun pengisian tersebut, karena ponsel bisa berisiko disusupi program jahat oleh pihak tidak bertanggung jawab, yang mana dapat mengakibatkan kebocoran data pribadi.
Menurut laporan media Daily Mail, saat ini berbagai bandara dunia sudah menyediakan stasiun pengisian daya yang dapat digunakan secara gratis oleh para penumpang.
Jae Ro, Manajer Pemasaran SIGNAL+POWER, produsen adaptor steker, memperingatkan bahwa penggunaan stasiun pengisian ini membawa risiko keamanan yang sangat besar.
Port pengisian USB dapat dimodifikasi oleh pihak tidak bertanggung jawab, secara diam-diam menginstal perangkat lunak berbahaya pada ponsel atau perangkat lainnya tanpa sepengetahuan pengguna, yang kemudian dapat mencuri kata sandi, informasi keuangan, dan data sensitif lainnya.
Teknik peretasan yang dikenal sebagai juice jacking juga menjadi salah satu alasan mengapa sebaiknya tidak menggunakan stasiun pengisian daya di bandara. Jika pihak tidak bertanggung jawab menggunakan teknik ini untuk menginstal perangkat lunak berbahaya pada port pengisian USB yang rusak, maka perangkat yang sedang diisi dayanya dapat dikunci, menyebabkan data pribadi dan kata sandi pengguna langsung dikirimkan kepada pelaku kejahatan.
Hal ini memungkinkan peretas untuk mengendalikan informasi pribadi pengguna, sehingga ponsel menjadi rentan terhadap ancaman kapan saja dan dimana saja.
Bahkan jika stasiun pengisian daya di bandara tidak dimodifikasi oleh pihak yang berniat jahat, tetap saja dapat menimbulkan risiko besar bagi perangkat cerdas. Jae Ro menjelaskan bahwa stasiun pengisian daya mampu mentransmisikan data dan daya secara bersamaan.
Ponsel biasanya akan meminta pengguna untuk memilih mode Hanya Mengisi Daya atau Transfer File, tetapi stasiun pengisian daya umumnya melewati mekanisme perlindungan ini.
"Perangkat pengguna mungkin rentan terhadap penyadapan data atau eksploitasi. Data yang dicuri ini kemudian dapat digunakan untuk pencurian identitas atau dijual di dark web," jelasnya.
Jae Ro juga menyebutkan tiga metode pencegahan. Pertama, membawa power bank sendiri untuk menghindari ketergantungan pada stasiun pengisian umum.
Kedua, hanya menggunakan pengisi daya milik sendiri atau dari orang yang dapat dipercaya, karena menggunakan stopkontak dinding pun lebih aman dibandingkan port USB.
Ketiga, jika memang terpaksa harus menggunakan stasiun pengisian umum, matikan terlebih dahulu fungsi transfer data pada ponsel sebelum menghubungkannya, sehingga hanya daya listrik yang dapat melewati kabel pengisian.