(Taiwan, ROC) --- Pendaftaran untuk prosesi arak-arakan tandu Dewi Mazu dari Kuil Gongtian di Baishatun, Kabupaten Miaoli, ditutup pada Senin sore hari ini (28/4).
Menurut data dari Kuil Gongtian, tahun ini tercatat 329.118 orang telah mendaftar untuk mengikuti prosesi ini, atau dengan kata lain meningkat 80% dibandingkan tahun lalu yang berjumlah sekitar 180.000 orang.
Hong Wen-hua (洪文華) menjelaskan bahwa pendaftaran untuk prosesi mengarak tandu Dewi Mazu dari Kuil Baishatun ke Kuil Chaotian di Beigang tahun ini dibuka semenjak 27 Maret hingga Senin sore kemarin (28/4).
Total pendaftar mencapai 329.118 orang, meningkat drastis hingga 80% dibandingkan tahun lalu yang berjumlah 179.971 orang. Angka ini sangat mencengangkan.
Pihak kuil sangat berterima kasih kepada para umat yang datang dari berbagai kalangan yang telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam kegiatan tahun ini.
Kuil Gongtian juga berjanji akan dengan sepenuh hati mengatur akomodasi dan konsumsi di sepanjang perjalanan bagi para umat, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses.
Tradisi mengarak tandu Dewi Mazu dari Kuil Gongtian di Baishatun ke Kuil Chaotian di Beigang, Yunlin telah berlangsung selama kurang lebih 200 tahun.
Perjalanan ini menempuh jarak hampir 400 kilometer pulang pergi dengan berjalan kaki, dan yang menariknya lagi, rute perjalanannya selalu tidak tetap.
Seluruh perjalanan dipimpin oleh tandu pembawa patung Dewi Mazu, seakan-akan Dewi Mazu lah yang langsung menunjukkan jalan. Hal ini kemudian menjadi ciri khas utama dari tradisi ini.
Pada tahun 2008, tradisi ini telah terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kabupaten Miaoli. Kemudian pada tahun 2013, tradisi ini terpilih sebagai salah satu dari 100 Pemandangan Religius Taiwan oleh Kementerian Dalam Negeri.
Karena bagian atas tandu Dewi Mazu Baishatun berwarna merah muda dan pergerakannya yang cepat, tandu ini juga dijuluki sebagai Mobil Balap Warna Pink.