History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pekerja Senior Geram: Gaji Karyawan Baru dengan Lulusan Pendidikan Lebih Tinggi, Gaji Lebih Banyak NT$5 Ribu, Netizen Taiwan Berikan Pendapat

  • 27 April, 2025
  • 尤繼富
Pekerja Senior Geram: Gaji Karyawan Baru dengan Lulusan Pendidikan Lebih Tinggi, Gaji Lebih Banyak NT$5 Ribu, Netizen Taiwan Berikan Pendapat
Pekerja Senior Geram: Gaji Karyawan Baru dengan Lulusan Pendidikan Lebih Tinggi, Gaji Lebih Banyak NT$5 Ribu, Netizen Taiwan Berikan Pendapat 圖/PEXELS

(Taiwan, ROC) --- Hubungan antara latar belakang pendidikan dengan gaji masih menjadi topik perdebatan yang hangat di dunia kerja. Meskipun banyak perusahaan menggunakan tingkat pendidikan sebagai acuan dalam menentukan gaji awal, tetapi penilaian yang adil terhadap kemampuan, kontribusi, dan masa kerja karyawan tetap menjadi perhatian utama para pekerja.

Baru-baru ini, seorang karyawan mengungkapkan kekecewaannya di media sosial karena seorang karyawan baru lulusan S2 justru mendapatkan gaji awal yang lebih tinggi NT$5.000 dibandingkan gajinya.

Dalam unggahannya di platform Dcard, sang karyawan menceritakan bahwa dirinya sudah bekerja selama empat tahun di perusahaan tersebut sejak lulus S1. Gaji awalnya NT$35.000 dan saat ini baru naik menjadi NT$40.000.

Namun, perusahaan baru-baru ini merekrut seorang lulusan S2 yang baru pertama kali bekerja dengan gaji awal NT$45.000. Yang lebih mengecewakan, sebagian beban kerja dari karyawan senior ini bahkan dialihkan kepada karyawan baru tersebut.

"Saya hanya ingin tahu bagaimana cara kalian menangani situasi seperti ini?" tulisnya mengakhiri curhatannya.

Setelah unggahan tersebut viral, tanggapan warganet terpecah menjadi dua kubu. Banyak yang menganggap perbedaan gaji tersebut sangat wajar. Para pendukung berpendapat bahwa gelar pendidikan memang sudah seharusnya tercermin dalam gaji awal.

"Menurut saya ini wajar saja. Memang biasanya ada selisih gaji NT$10.000 antara lulusan S1 dan S2. Kalau tidak begitu, buat apa melanjutkan kuliah? Lagipula, gaji awal NT$35.000 Anda itu dari empat tahun lalu, tidak bisa dibandingkan dengan standar gaji sekarang," tulis seorang warganet.

Komentar senada juga bermunculan, "Mau bagaimana lagi, siapa suruh tidak ambil S2," tulis salah seorang netizen.

"Memang sudah sewajarnya ada selisih harga antara S1 dan S2, kalau tidak buat apa melanjutkan kuliah?" tanya lainnya

Namun, tidak sedikit juga yang membela penulis asli. "Saya juga pernah mengalami hal serupa, karyawan baru digaji lebih tinggi karena dia S2, padahal jurusannya sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Belum lagi kemampuannya di bawah standar. Akhirnya saya memilih resign, biar bosnya yang urus sendiri masalah yang dia buat," ungkap seorang netizen.

Komentar lain menambahkan, "Perusahaan yang hanya melihat gelar tanpa mempertimbangkan kontribusi hanya akan membuat karyawan lama kecewa. Seharusnya ada sistem evaluasi gaji yang lebih adil, bukan hanya berdasarkan gelar pendidikan," terang netizen lainnya

Komentar

Terbarumore