History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Rugi 3,7 Miliar dalam 2 Tahun, Foodpanda Umumkan Penarikan Diri dari Satu Pasar Ini

  • 25 April, 2025
  • 尤繼富
Rugi 3,7 Miliar dalam 2 Tahun, Foodpanda Umumkan Penarikan Diri dari Satu Pasar Ini
Rugi 3,7 Miliar dalam 2 Tahun, Foodpanda Umumkan Penarikan Diri dari Satu Pasar Ini 圖/中央社

(Taiwan, ROC) --- Menghadapi persaingan ketat dan kerugian berkepanjangan, platform jasa pengiriman makanan Foodpanda mengumumkan akan secara resmi keluar dari pasar Thailand pada 23 Mei 2024.

Pada Kamis kemarin (24/4), perusahaan induk yang menaungi Foodpanda di Thailand merilis pernyataan bahwa semua operasi platform dan layanan pengiriman makanan serta groceries Foodpanda di Thailand akan dihentikan sepenuhnya.

Menurut laporan media asing, Delivery Hero menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari optimalisasi strategi geografis perusahaan, yang ke depannya akan lebih fokus pada pasar-pasar berpotensi tinggi dengan pengembalian yang lebih baik di wilayah Asia Pasifik.

Selain Thailand, Foodpanda dalam beberapa tahun terakhir juga memutuskan keluar dari pasar Denmark, Ghana, Slovakia, dan Slovenia.

Meski menghentikan operasi lapangan di Thailand, Delivery Hero menyatakan tim regionalnya di Thailand akan tetap beroperasi untuk mendukung pemasaran dan SDM di wilayah Asia Pasifik.

Menurut laporan, pasar pengiriman makanan Thailand diperkirakan bernilai THB86 miliar dengan persaingan yang sangat ketat. Foodpanda hanya memiliki pangsa pasar sekitar 15%, jauh tertinggal dari Lineman Wongnai (44%) dan GrabFood (39,4%). Di antara mereka, GrabFood adalah satu-satunya operator yang mencapai sedikit keuntungan.

Foodpanda telah mengalami kerugian terus-menerus sejak memasuki pasar Thailand, dengan akumulasi kerugian mencapai THB3,8 miliar (sekitar THB3,7 miliar) hanya dalam periode 2022 hingga 2023, sementara laporan keuangan untuk 2024 belum dirilis.

Delivery Hero tahun lalu pernah mencoba menjual sebagian operasi Foodpanda di Asia Tenggara, tetapi akhirnya tidak mencapai kesepakatan dengan calon pembeli potensial.

Meskipun perusahaan tidak mengungkapkan identitas calon pembeli tersebut, media asing sebelumnya melaporkan bahwa platform ride-hailing Grab dari Singapura dan Meituan dari Tiongkok pernah menunjukkan minat terhadap akuisisi tersebut.

Komentar

Terbarumore