(Taiwan, ROC) -- Ditjen Pariwisata, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) Taiwan baru-baru ini merilis statistik kunjungan ke lokasi wisata dan rekreasi untuk bulan Januari hingga Februari 2025, di mana Kota New Taipei mencatat jumlah kunjungan tertinggi secara nasional, yakni mencapai 25,65 juta kunjungan.
Salah satu lokasi yang untuk kali pertama dimasukkan dalam statistik tahun ini adalah “Museum Situs Bersejarah Tamsui, Kota New Taipei”. Kepala museum, Cai Mei-zhi (蔡美治) menyatakan bahwa jumlah pengunjung pada bulan Januari hingga Februari telah melampaui 500.000 orang, dan kembali meningkat menjadi lebih dari 800.000 orang pada bulan Maret. Jumlah kunjungan sepanjang tahun ini diperkirakan dapat melampaui 3 juta orang, menjadikannya sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di Taiwan
Cai Mei-zhi (蔡美治) menjelaskan bahwa Museum Situs Bersejarah Tamsui merupakan museum publik yang mengusung misi pelestarian dan revitalisasi bangunan bersejarah. Saat ini, museum tersebut mengelola sebanyak 10 situs bersejarah, termasuk Benteng Santo Domingo, Bekas Konsulat Inggris di Takow, Kediaman Petugas Bea Cukai Tamsui, Benteng Hobe, Dermaga Bea Cukai Tamsui, Bekas Kediaman Tada Eikichi, Kantor Dagang Douglas Lapraik & Co., Bekas Kediaman Kinoshita Seigai, Aula Bekas Sekolah Dasar Tamsui, dll.
Tahun ini pihak museum akan menambahkan satu situs baru, yakni “Rumah Tua Keluarga Shih di Qizaiting, Tamsui”, dan diperkirakan akan memasukkan “Rumah Keluarga Nakano” ke dalam keluarga besar museum pada tahun depan.
Cai Mei-zhi (蔡美治) menunjukkan bahwa sebelumnya data statistic wisata lebih berfokus pada lokasi individual seperti Benteng Santo Domingo, Benteng Hobe, dan Kediaman Petugas Bea Cukai Tamsui. Namun, mulai tahun ini, semuanya telah digabung di bawah satu entitas, yakni Museum Situs Bersejarah Tamsui Kota New Taipei, guna memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh kepada para pengunjung, terkait pelestarian situs bersejarah dan pengelolaan museum.
Tahun lalu, jumlah pengunjung museum mencapai 2,63 juta orang, dan dengan akan segera diresmikannya “Jembatan Tamkang”, diharapkan dapat mendongkrak angka kunjungan wisata ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
Pihak museum baru-baru ini juga berhasil melelang hak pengelolaan Dermaga Bea Cukai Tamsui dan area parkir Benteng San Domingo, yang akan meningkatkan kapasitas pelayanan pengunjung. Selain itu, sejak bulan April diberlakukan kebijakan hewan peliharaan boleh masuk museum, yang telah menarik hampir 600 hewan peliharaan berkunjung. Salah satu unggahan media sosial terkait kebijakan ini bahkan telah ditonton lebih dari 420.000 kali.
Selain itu, Museum Situs Bersejarah Tamsui juga aktif mengembangkan kerja sama internasional. Baru-baru ini, pihaknya menandatangani MoU dengan Universitas Nasional Chengchi dan Universitas Aletheia untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang akademik dan pertukaran sumber daya budaya.
Pihak museum pada bulan Juli tahun ini akan diundang ke Jepang untuk menghadiri konferensi Dutch Trading Post Heritage Network / DTPHN, dan akan diperkirakan akan menjadi negara anggota ke-14. Keikutsertaan ini tidak hanya akan memungkinkan pertukaran hasil penelitian terkait Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC), tetapi juga akan meningkatkan visibilitas internasional museum secara signifikan, sekaligus menarik lebih banyak wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Tamsui.