History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Proyek Konstruksi di Taiwan Hanya Bisa Mengandalkan Pekerja Migran? Netizen Ungkap Sistem Senioritas yang Membuat Tidak Betah

  • 22 April, 2025
  • 尤繼富
Proyek Konstruksi di Taiwan Hanya Bisa Mengandalkan Pekerja Migran? Netizen Ungkap Sistem Senioritas yang Membuat Tidak Betah
Proyek Konstruksi di Taiwan Hanya Bisa Mengandalkan Pekerja Migran? Netizen Ungkap Sistem Senioritas yang Membuat Tidak Betah 示意圖:shutterstock/達志

(Taiwan, ROC) --- Industri konstruksi dan teknik di Taiwan dalam beberapa tahun terakhir mengalami kekurangan pekerja yang sangat serius, dengan sebagian besar posisi diisi oleh pekerja migran. Banyak orang penasaran mengapa anak muda Taiwan enggan bekerja di sektor ini.

Baru-baru ini, seorang yang berpengalaman di bidang ini membagikan 5 alasan utama mengapa anak muda menghindari pekerjaan konstruksi, dengan menekankan sistem hierarki dan senioritas yang sangat kaku. Netizen juga menambahkan bahwa gaji untuk pekerja baru sangat tidak sepadan dengan beban kerjanya.

Dalam sebuah postingan di media sosial Dcard, seorang Warganet Taiwan merilis unggahan dengan judul "Mengapa Semakin Sedikit Anak Muda Taiwan Bekerja di Proyek Konstruksi".

Pertama-tama, Warganet bersangkutan menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang kotor dan risiko tinggi sudah cukup untuk membuat anak muda takut. Dia menegaskan bahwa ketika terjadi kecelakaan, masalah asuransi kesehatan dan keselamatan kerja sering kali saling lempar tanggung jawab.

Poin kedua adalah gaji yang tidak sepadan dengan tingkat kesulitan pekerjaan. Meskipun beberapa pekerja berpengalaman bisa mendapatkan gaji NT$100.000 per bulan, tetapi itu hanya untuk pekerja senior yang sudah punya koneksi dan dapat proyek sendiri.

Pekerja baru biasanya hanya dibayar NT$1.500 per hari dan masih harus menghadapi perlakuan buruk. Poin ketiga adalah sistem hierarki atau senioritas yang terlalu berat, dengan cara komunikasi yang menindas. Menurutnya, pekerja baru akan terus-menerus dimarahi, mirip seperti sistem kasta di masyarakat primitif.

Poin keempat yang dia ungkapkan adalah nilai-nilai sosial yang telah berubah. Di masa lalu, orang tua menganggap bekerja konstruksi adalah pekerjaan yang stabil, tapi sekarang semua orang ingin mengejar pekerjaan yang bebas, bermartabat, dan memiliki potensi pertumbuhan (naik jabatan).

Poin terakhir adalah proyek konstruksi luar negeri menggunakan helm pengaman, seragam, tali pengaman, dan memiliki prosedur, sedangkan Taiwan masih perlu untuk meningkatkan aspek keamanan ini.

Tidak lama diunggah, postingan ini langsung dibanjiri banyak komentar dari para netizen lainnya.

"NT$1.500 per hari adalah poin utamanya, jika dihitung dengan 22 hari kerja per bulan, total hanya NT$33.000, lebih baik saya mencari pekerjaan yang bisa bekerja di kantor dengan AC, gajinya mungkin bahkan lebih tinggi," tulis salah seorang netizen.

"Harus bisa menerima jika dikata-katain dengan ucapan yang kasar, di samping itu harus melakukan pekerjaan paling melelahkan, dengan gaji paling rendah, saya juga pernah melakukannya selama dua tahun, sama sekali tidak merekomendasikan untuk anak muda," tambah netizen.

"Jika semuanya dibuat bersih dan aman, sistemnya juga bagus seperti luar negeri, saya jamin upahnya akan naik minimal 50%, apakah pemilik proyek sanggup? Antara wajib militer dan kerja konstruksi, mungkin akan pilih wajib militer," tulis netizen.

Komentar

Terbarumore