(Taiwan, ROC) --- Universitas Siber Asia (UNSIA) kembali menggelar webinar informatif bertajuk Strategi Efektif Jurnalistik dalam Mengelola Media & Liputan di Lapangan pada Minggu malam (20/4) pukul 21:00 hingga 23:00. Acara yang berlangsung selama dua jam penuh ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman dari Radio Taiwan International (Rti), yakni Yunus Hendry dan Aditya Nugraha, yang berbagi pengalaman dan wawasan mendalam tentang dunia jurnalistik modern.
Webinar ini berhasil menarik perhatian sekitar 90 partisipan yang tersebar di berbagai negara, termasuk mahasiswa UNSIA dari Indonesia, Taiwan, Hong Kong, dan negara lainnya. Keberagaman peserta menunjukkan minat yang tinggi terhadap topik jurnalistik dan pengelolaan media di era digital. Para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya webinar dari awal hingga akhir, meskipun diselenggarakan pada malam hari.
Moderator acara membuka webinar dengan pengenalan singkat tentang pentingnya keterampilan jurnalistik di era informasi yang semakin kompleks, sebelum mempersilakan kedua narasumber untuk berbagi pengalaman mereka.
Yunus Hendry, sebagai Host di Rti, memberikan pemaparan komprehensif tentang profil Radio Taiwan International, stasiun radio nasional Republik Tiongkok di Taiwan yang telah beroperasi selama puluhan tahun. Ia menjelaskan bahwa Rti memiliki misi utama sebagai jembatan komunikasi Taiwan dengan dunia internasional melalui siaran dalam berbagai bahasa.

Yunus Hendry, sebagai Host di Rti, memberikan pemaparan komprehensif tentang profil Radio Taiwan International, stasiun radio nasional Republik Tiongkok di Taiwan yang telah beroperasi selama puluhan tahun. 圖: Rti
Rti memiliki divisi Bahasa Indonesia (RtiSI) yang berperan strategis dalam membangun hubungan bilateral Taiwan-Indonesia. "Sebagai media yang mempromosikan Taiwan ke seluruh dunia, Rti melalui divisi Bahasa Indonesia berupaya menjadi jembatan penghubung yang efektif antara kedua negara," jelas Yunus Hendry.
"Kami tidak hanya menyiarkan berita, tetapi juga memperkenalkan budaya, pariwisata, pendidikan, dan peluang kerja sama ekonomi antara Taiwan dan Indonesia."
Sementara itu, Aditya Nugraha, juga membagikan pengalaman berharganya dalam melakukan liputan lapangan. Ia menekankan pentingnya persiapan yang matang sebelum melakukan liputan, termasuk riset mendalam tentang topik yang akan diliput, memahami konteks sosial-politik setempat, dan mempersiapkan peralatan yang diperlukan.
"Sebagai jurnalis lapangan, kita harus memiliki pemahaman yang baik tentang topik yang akan diliput. Riset awal sangat penting untuk memastikan kita mengajukan pertanyaan yang tepat dan mendapatkan informasi yang akurat," ujar Aditya Nugraha.
Aditya Nugraha juga menekankan pentingnya keterampilan yang harus dimiliki seorang jurnalis di era digital, meliputi kemampuan improvisasi, kepekaan sosial, multi-tasking, literasi digital dan lain-lain.

Aditya Nugraha menekankan pentingnya persiapan yang matang sebelum melakukan liputan, termasuk riset mendalam tentang topik yang akan diliput. 圖: Rti
Webinar diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif selama kurang lebih 30 menit. Beberapa pertanyaan menarik yang muncul antara lain bagaimana cara memperkuat rasa percaya diri dan mengembangkan sikap cepat tanggap di tengah situasi lapangan yang dinamis.
Di akhir acara, perwakilan UNSIA menyampaikan apresiasi kepada kedua narasumber dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam webinar. Acara ini tidak hanya memberikan wawasan teoretis tentang jurnalisme, tetapi juga pembelajaran praktis berdasarkan pengalaman nyata di lapangan.
Webinar ini merupakan bagian dari rangkaian program pengembangan kompetensi yang diselenggarakan UNSIA untuk mempersiapkan mahasiswa dan praktisi media menghadapi tantangan industri media yang terus berevolusi. Melalui kegiatan semacam ini, UNSIA berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kualitas jurnalisme dan mempersiapkan generasi jurnalis masa depan yang kompeten dan berintegritas.