(Taiwan, ROC) --- Jika Anda melihat seseorang merokok diam-diam di taman, apakah Anda akan menghentikannya? Pemerintah Kota Taipei telah menguji coba bel anti merokok di Taman Qiangang Shilin. Cukup dengan menekan tombol, pengumuman akan berbunyi mengingatkan orang untuk tidak merokok.
Namun, anggota dewan mengkritik cara ini sebagai bel yang hanya berefek mempermalukan karena tidak ada denda yang diberlakukan setelah tombol ditekan, Dan semuanya akan bergantung kembali pada kesadaran para perokok masing-masing.
Ditambah lagi dengan penanda yang tidak jelas dan tombol yang sulit ditemukan, efektivitasnya dipertanyakan. Beberapa pengunjung juga mengeluhkan bahwa suaranya terlalu berisik.
Setelah ditekan, maka bel tersebut akan mengeluarkan suara peringatan yang cukup keras, yang kira-kira berbunyi, "Kepada teman-teman yang terhormat, kami inginkan mengingatkan bahwa merokok dilarang di area ini. Pelanggaran dapat dikenakan denda maksimal NT$10.000."

Pemerintah Kota Taipei telah menguji coba bel anti merokok di Taman Qiangang Shilin. Cukup dengan menekan tombol, pengumuman akan berbunyi mengingatkan orang untuk tidak merokok. 圖: 民視新聞
Pengumuman tersebut disampaikan dalam bahasa Mandarin dan Taiwan, mengingatkan orang-orang tentang peraturan larangan merokok. Di lokasi, tampaknya tidak ada yang benar-benar memperhatikan, semua orang sepertinya sudah terbiasa dan terus makan atau mengobrol.
Namun, masih banyak puntung rokok yang terlihat di lantai. Apakah bel ini benar-benar efektif?
"Ya, suaranya sangat keras sampai terdengar ke tempat kami. Suaranya terlalu keras. Kami tidak akan merokok di sini lagi. Dulu memang biasa merokok di sini, tapi setelah bel ini dipasang, semua orang pindah ke luar karena terlalu berisik. Ada yang diam-diam memotong kabelnya," ujar salah seorang warga.
Selain masalah efektivitasnya dalam menghentikan perokok, ada kekhawatiran bahwa suara bel justru menjadi gangguan. Pemerintah Kota Taipei memasang bel anti merokok di Taman Qiangang Shilin sebagai proyek percontohan. Pada siang hari, bel akan berbunyi otomatis setiap jam.
Jika warga melihat seseorang merokok, mereka dapat menekan tombolnya. Sistem diatur untuk menunda pengumuman selama 30 detik, memberi waktu kepada pengguna untuk menjauh dari lokasi.

Ditambah lagi dengan penanda yang tidak jelas dan tombol yang sulit ditemukan, efektivitasnya dipertanyakan. Beberapa pengunjung juga mengeluhkan bahwa suaranya terlalu berisik. 圖: 民視新聞
Masalahnya, beberapa orang mungkin berani menekan tombol tapi tidak tahu di mana letaknya, dan setelah ditekan, tidak ada petugas yang datang untuk memberikan denda, semuanya bergantung pada kesadaran perokok masing-masing. Selama enam bulan, bel tersebut hanya digunakan 170 kali.
Anggota Dewan Kota Taipei mengkritik ini sebagai bel yang hanya bersifat mempermalukan, dan mengkritik pemerintah kota yang menganggap tidak adanya keluhan warga melalui hotline 1999 sebagai indikator keberhasilan program, yang mereka nilai hanya sebagai formalitas belaka.
Di lain pihak, otoritas Dinas Taman Kota Taipei menekankan bahwa di masa depan mereka akan membuat penandaan yang lebih jelas dan tidak menutup kemungkinan untuk memperluas uji coba program ini. Namun, masih perlu diamati apakah hal ini benar-benar dapat membuat para perokok patuh untuk memadamkan puntung rokok mereka.