(Taiwan, ROC) --- Dalam beberapa tahun terakhir, budaya minum kopi telah berkembang pesat, dan banyak pekerja kantoran yang memulai hari mereka dengan secangkir kopi. Namun, cara konsumsi kopi yang tidak tepat ternyata dapat mengurangi efektivitas penyerapan nutrisi dan bahkan meningkatkan risiko kanker.
Para dokter mengingatkan bahwa waktu konsumsi kopi dan pilihan makanan yang dipadukan perlu diperhatikan dengan seksama.
Melalui channel YouTube, dokter spesialis nutrisi di Taiwan, Liu Bo-jen (劉博仁), membagikan kisah tentang seorang pasien berusia 56 tahun yang mengalami kesulitan menelan dan refluks gastroesofagus. Setelah pemeriksaan, pasien tersebut didiagnosis menderita kanker kerongkongan, yang disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi kopi panas dalam jangka waktu lama.
Dokter Liu Bo-jen menjelaskan bahwa kopi dengan suhu di atas 65C telah dikategorikan sebagai karsinogenik tingkat 2A oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Mengonsumsi kopi pada suhu tersebut setiap hari dapat merusak kerongkongan.

Kopi dengan suhu di atas 65C telah dikategorikan sebagai karsinogenik tingkat 2A oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Mengonsumsi kopi pada suhu tersebut setiap hari dapat merusak kerongkongan. 圖:PEXELS
Lima Larangan dalam Memadukan Kopi
Dokter Liu Bo-jen menekankan bahwa selain memperhatikan suhu, ada lima hal yang sebaiknya tidak dipadukan dengan kopi. Yang pertama adalah rokok. Berdasarkan sebuah studi besar di Amerika Serikat yang melibatkan 200.000 orang, kebiasaan merokok dan minum kopi secara bersamaan meningkatkan risiko kanker kerongkongan hingga 4 hingga 5 kali lipat dibandingkan mereka yang tidak memiliki kebiasaan tersebut.
Selain itu, kafein dapat mempercepat metabolisme nikotin, yang bisa menyebabkan peningkatan frekuensi merokok.
Kombinasi kopi dengan alkohol juga sangat berbahaya. Kafein dapat mempengaruhi reaksi enzim hati dalam memetabolisme alkohol, yang menyebabkan peningkatan kadar alkohol dalam tubuh. Ditambah lagi, alkohol memiliki kalori yang tinggi, yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko penyakit hati berlemak dan kanker lainnya.
Mengenai kombinasi kopi dengan cokelat, Liu Bo-jen menjelaskan bahwa meskipun cokelat hitam dengan konsentrasi 85% adalah camilan sehat, tetapi kandungan kafeinnya dapat menyebabkan palpitasi jika dikonsumsi bersamaan dengan kopi.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar mereka yang sensitif terhadap kafein harus memperhatikan kombinasi ini dengan lebih seksama.
Selain itu, Liu Bo-jen juga mengungkapkan bahwa asam tanat dalam kopi dapat mengurangi efektivitas penyerapan mineral seperti kalsium, zat besi, magnesium, dan zinc.
Meskipun kafein tidak mempengaruhi penyerapan vitamin B kompleks, tetapi ia dapat mempercepat laju metabolisme vitamin tersebut. Oleh karena itu, disarankan untuk memberi jarak minimal satu jam antara konsumsi suplemen kesehatan dan kopi.
Wanita sering mengalami masalah anemia selama periode menstruasi dan mengonsumsi daging dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan penyerapan zat besi. Namun, Liu Bo-jen menekankan bahwa jika kopi dikonsumsi segera setelah makan daging, maka hal ini dapat menghambat penyerapan zat besi dan mempengaruhi efektivitas pengobatan anemia.