History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pasca-Pandemi, LSM Serukan Penguatan Penyaringan dan Penetapan Klasifikasi Medis

  • 19 April, 2025
  • 許秀玉
Pasca-Pandemi, LSM Serukan Penguatan Penyaringan dan Penetapan Klasifikasi Medis
Pasca-Pandemi, LSM Serukan Penguatan Penyaringan dan Penetapan Klasifikasi Medis / foto:鄭佑漢

(Taiwan, ROC) – Taiwan telah memasuki era pasca pandemi, setelah pandemi COVID-19 menimbulkan ancaman besar terhadap kesehatan para lansia dan menciptakan tekanan luar biasa pada sumber daya medis. Active Aging Taiwan dan legislator mengadakan konferensi pers pada 16 April lalu, menyerukan pembentukan sistem medis berjenjang yang lengkap, memperkuat penyaringan dan perawatan kasus ringan di klinik perawatan primer, dan mengurangi risiko pneumonia berat pada lansia.

Taiwan akan memasuki masyarakat super-tua. Dalam beberapa tahun terakhir, akibat pandemi COVID-19, penyakit infeksi saluran pernapasan telah menimbulkan ancaman besar terhadap kesehatan penduduk lanjut usia dan juga telah memberikan tekanan luar biasa pada sumber daya sistem medis Taiwan. Legislator dari Partai Demokratik Progresif (DPP) Wang Cheng-hsu (王正旭), Huang Hsiu-fang (黃秀芳), dan Tsai Yi-yu (蔡易餘), bersama dengan Active Aging Taiwan mengadakan konferensi pers pada tanggal 16 tentang "Perawatan Medis Primer untuk Pneumonia Lansia dan Pencegahan dan Pengobatan Berjenjang yang Efektif". Mereka juga mengundang Direktur Jenderal CDC Chuang Jen-hsiang (莊人祥) dan beberapa pakar kesehatan masyarakat untuk menyerukan pembentukan jaringan medis berjenjang yang komprehensif untuk memperkuat kemampuan penyaringan lini pertama dan perawatan kasus ringan di klinik primer guna mewujudkan visi "Taiwan Sehat".

Ketua Active Aging Taiwan, Wu Yu-qin (吳玉琴) menyampaikan, bahwa populasi generasi “baby boomers” pasca perang di Taiwan (usia 61-79 tahun) telah mencapai 4,996 juta jiwa, mencakup 21,4% dari total populasi. Mereka adalah kelompok berisiko tinggi yang rentan terhadap penyakit sedang hingga berat setelah terinfeksi penyakit pernapasan. Ia mengutip rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia, yang menyerukan Taiwan untuk mengintegrasikan mekanisme penyaringan untuk COVID-19, influenza, dan virus pernapasan syncytial (RSV), dan untuk memajukan ambang batas usia berisiko tinggi menjadi 60 tahun, mengikuti contoh Korea Selatan, dan untuk menerapkan kebijakan pencegahan epidemi yang berwawasan ke depan.

Wang Cheng-hsu menunjukkan bahwa perjalanan penyakit berkembang cepat setelah orang lanjut usia terinfeksi penyakit pernapasan. Jika mereka tidak dapat menerima diagnosis dan perawatan tepat waktu di garis depan, kondisinya mudah memburuk. Ia menekankan bahwa hanya dengan memperluas kapasitas pemeriksaan perawatan primer dan menyesuaikan sistem pembayaran yang dikombinasikan dengan sumber daya asuransi kesehatan, risiko penyakit serius di kalangan lansia dan tekanan pada rumah sakit besar dapat dikurangi.

Chen Hsiu-hsi (陳秀熙) seorang profesor di Departemen Kesehatan Masyarakat dari Universitas Nasional Taiwan (NTU) menunjukkan, bahwa klinik komunitas akar rumput Taiwan memiliki pengalaman yang kaya dalam pencegahan epidemi. Pemerintah harus memanfaatkan kekuatan akar rumput untuk membangun jaringan medis pencegahan epidemi berjenjang agar dapat merawat pasien penyakit infeksi saluran pernapasan ringan secara efektif dan mencegah layanan perawatan darurat dan penyakit langka di rumah sakit terdesak oleh kebutuhan medis masyarakat.

Dirjen CDC Chuang Jen-hsiang mengutarakan, bahwa meskipun meskipun orang berusia 65 tahun ke atas saat ini dapat menerima vaksin influenza, COVID-19, dan dua vaksin pneumokokus (PPV23 dan PCV13), tingkat penyelesaiannya hanya sekitar 25%. Di masa mendatang, pihaknya akan mempromosikan vaksin PCV20 baru yang dapat diberikan dalam satu dosis untuk menyederhanakan proses dan meningkatkan keinginan untuk divaksinasi. Dalam hal diagnosis dan pengobatan, obat antivirus influenza dan COVID-19 telah dimasukkan dalam klinik kontrak masyarakat, dengan 50% hingga 80% di antaranya dibuka oleh klinik primer, menunjukkan kontribusi substansial dari perawatan kesehatan primer di garis depan pencegahan epidemi dan menyediakan penyebaran lanjutan untuk sosialisasi populasi yang menua.

Komentar

Terbarumore