(Taiwan, ROC) -- Guna merespons dampak tarif timbal balik dari Amerika Serikat (AS), Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada hari ini (18/4) turun ke pedesaan dan berdialog dengan para pelaku usaha budidaya perikanan. Presiden Lai menyatakan bahwa dirinya telah mengusulkan lima strategi utama, dan Yuan Eksekutif juga berencana mengalokasikan anggaran sebesar 88 miliar dolar Taiwan untuk membantu industri yang terdampak. Pemerintah tidak akan mengorbankan sektor pertanian dan perikanan demi kepentingan negosiasi. Dukungan pemerintah terhadap sektor ini tetap teguh, dan berharap melalui dialog ini pihaknya dapat mendengarkan secara langsung suara para pelaku usaha untuk melindungi sektor pertanian dan perikanan.
Sebagai respons atas serangkaian kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump, termasuk penerapan “tarif resiprokal”, Presiden Lai pada hari ini (18/4) turun ke pedesaan dan mengadakan dialog dengan para pelaku usaha budidaya perikanan untuk mendengarkan aspirasi dan masukan dari kalangan industri.
Direktur Eksekutif Asosiasi Pengembangan Akuakultur Republik Tiongkok, Hou Yan-long (侯彥隆) dalam pertemuan tersebut menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Presiden Lai yang turun langsung ke daerah untuk mendengarkan suara para pelaku usaha. Hou menyatakan bahwa sejak pandemi COVID-19, terlihat serangkaian kebijakan pemerintah yang menstabilkan industri, yang juga membuat dunia internasional semakin mengenal Taiwan. Dirinya memercayai bahwa pemerintah kali ini juga akan mampu memimpin para pelaku usaha untuk melewati krisis ini.
Hou Yan-long (侯彥隆) juga menunjukkan bahwa setelah masa pandemi, proporsi ekspor ikan nila Taiwan ke AS meningkat dari 60% hingga 80%. Ia menekankan bahwa teknologi budidaya perikanan Taiwan sangat unggul, tetapi dalam beberapa tahun terakhir para pelaku usaha menghadapi tantangan akibat perubahan iklim ekstrem dan masalah penyakit ikan. Saat ini juga bertepatan dengan musim penebaran benih, dan para nelayan pun merasa sangat khawatir akibat dampak tarif. Dirinya berharap pemerintah, selain menyediakan pola kontrak tani untuk peternak kecil, juga dapat membantu mengatasi masalah penyakit pada benih ikan.
Hou menyatakan bahwa sektor pertanian dan perikanan sering kali berada pada posisi yang lemah, sehingga ia berharap pemerintah tidak mengorbankan kepentingan pertanian dan perikanan dalam proses negosiasi.
Presiden lai dalam pidatonya menyampaikan bahwa setelah mantan Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan tarif timbal balik terhadap seluruh dunia, Yuan Eksekutif segera mengumpulkan berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk menggelar pembahasan, dan merumuskan rencana dukungan industri yang mencakup sembilan aspek dan 20 langkah kebijakan, dengan total anggaran sebesar 88 miliar dolar Taiwan. Dari jumlah tersebut, sekitar 10-20 miliar dolar Taiwan akan secara khusus dialokasikan untuk membantu sektor pertanian dan perikanan.
Selanjutnya, Presiden Lai melalui sebuah video menjelaskan lima strategi utama pemerintah dalam menghadapi dampak tarif timbal balik, yaitu: memperjuangkan penurunan tarif, melaksanakan program dukungan industri, merancang rencana pengembangan ekonomi jangka menengah dan panjang bagi Taiwan, meningkatkan investasi ke AS, serta mendengarkan masukan dari para pelaku industri.
Presiden Lai menegaskan, sektor pertanian dan perikanan merupakan “usaha awal” bagi banyak orang, dan karena itu harus menjadi prioritas utama untuk dilindungi. Pemerintah tidak akan mengorbankan sektor ini demi kepentingan negosiasi.
Presiden Lai juga menyatakan bahwa melalui dialog seperti ini, masyarakat dapat memberikan masukan terkait strategi negosiasi pemerintah dengan AS guna semakin melindungi sektor pertanian dan perikanan. Pemerintah akan tetap menjadi pendukung kuat bagi sektor pertanian dan perikanan, serta terus memberikan dukungan yang konsisten. Diriinya juga berharap agar semua pihak tidak kehilangan semangat hanya karena tantangan yang dihadapi saat ini, dan justru melihat kesulitan serta tantangan tersebut sebagai peluang untuk bertumbuh dan berkembang.