(Taiwan, ROC) – Menteri Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-lung (林佳龍) dalam sebuah wawancara saat menghadiri sebuah acara peluncuran buku baru di National Taiwan University Alumni Hall pada pagi hari ini (16/4), menyampaikan bahwa pihaknya telah secara resmi memulai perundingan tarif antara Taiwan dan Amerika Serikat (AS). Selain menanggapi isu-isu yang menjadi perhatian pihak AS, Taiwan juga akan terus memberikan lebih banyak informasi terkait “bagian-bagian yang secara khusus menjadi perhatian mereka”.
Presiden AS, Donald Trump pada awal april mengumumkan kebijakan tarif yang disebut sebagai “tarif resiprokal”, di mana Taiwan dikenakan tarif sebesar 32%. Beberapa hari kemudian, pemerintah AS mengumumkan penundaan selama 90 hari dan menetapkan tarif awal sebesar 10%. Setelah itu, tim perunding ekonomi dan perdagangan Taiwan menggelar pertemuan virtual dengan pejabat terkait dari AS pada Jumat (11/4) lalu. Selanjutnya, pemerintah Trump dalam beberapa tahun terakhir kembali menyatakan akan menyelidiki produk-produk seperti semikonduktor dan obat-obatan, serta ke depannya berencana akan memberlakukan tarif yang baru.
Menlu Lin mengemukakan, perundingan tarif antara Taiwan dan AS, baik terkait item maupun isi yang dibahas, telah ada sejumlah kemajuan. Kedua belah pihak terus menjalin komunikasi dan negosiasi.
Menlu Lin Chia-lung (林佳龍) mengatakan, “Karena dalam proses negosiasi, kami telah memberikan tanggapan terhadap isu-isu yang menjadi perhatian pihak AS, dan kami juga akan terus memberikan lebih banyak informasi terkait bagian-bagian yang secara khusus mereka perhatikan.”
Mantan Asisten Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Joseph Wu (吳釗燮), yakni He Ren-jie (何仁傑) telah ditahan dan dilarang menerima kunjungan karena diduga melanggar hukum. Dirinya mulai bekerja di Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan pada tahun 2018, ketika Joseph Wu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri. Karena kasus ini berkaitan dengan keamanan nasional, perkembangan kasus ini pun mendapat sorotan besar. Menlu Lin menyatakan bahwa MOFA telah memulai penyelidikan internal melalui unit etika pemerintahan, dan karena kasus ini telah memasuki proses penyelidikan yudisial, pihak kementerian akan memberikan kerja sama penuh.