(Taiwan, ROC) - Presiden Lai Ching-te (賴清德) menegaskan, hanya saat pemerintah pusat memiliki kemampuan keuangan yang memadai, maka negara baru dapat menghadapi epidemi, rekonstruksi pascabencana, dan tantangan seperti tarif Amerika Serikat kali ini.
Lai mengungkapkan hal tersebut saat bertemu dengan asosiasi alumni dari tiga departemen Universitas Teknologi Taipei, termasuk Departemen Administrasi Bisnis, Departemen Teknik dan Manajemen Industri, dan Departemen Manajemen Informasi dan Keuangan, di Istana Presiden pada hari Senin.
Presiden Lai mengatakan, "Coba lihat, dalam menangani kebijakan tarif AS kali ini, kita harus mengeluarkan NT$88 miliar lagi untuk membantu usaha kecil dan menengah yang terkena dampak. Oleh karena itu, kita perlu memberi pemerintah pusat kekuasaan yang cukup sehingga dapat menjaga kehidupan masyarakat, mendorong pembangunan ekonomi, mampu merespons di saat krisis, juga mampu memperkuat pertahanan nasional dan menjamin keamanan nasional kita."
Menurut kepala negara, situasi internasional berubah dengan cepat, menghadapi risiko ekonomi seperti perang dagang dan perang tarif, Taiwan harus melangkah selangkah demi selangkah untuk mengubah krisis menjadi peluang.
Lai mencontohkan, dalam menghadapi kebijakan tarif baru AS, pemerintah telah mempersiapkan sejak dini, dan kini telah memulai negosiasi dengan pemerintah AS di mana tahap pertama proses negosiasi berjalan lancar.