(Taiwan, ROC) – Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan pegunungan Yangmingshan pada pagi hari ini masih terus berlangsung akibat hembusan angin yang memperbesar kobaran api. Asap tebal terlihat terus membumbung dari lokasi kejadian, dan hingga saat berita ini dirilis oleh media LTN, luas area yang terbakar telah melebihi 30 hektar.
Lantaran lokasi mobil pemadam kebakaran masih cukup jauh dari titik api, para petugas pemadam kebakaran harus memanggul selang air secara manual dan berjalan kaki mendekati lokasi kebakaran. Setelah selang air tersambung, mereka baru bisa menyemprotkan air untuk memadamkan api. Namun, semakin panjang selang yang digunakan, daya semprotan air pun semakin melemah, sehingga proses pemadaman pun menjadi sangat sulit.
Karena pemadaman api dari darat oleh petugas pemadam kebakaran sangat sulit dilakukan, Biro Pemadam Kebakaran Kota Taipei telah mengajukan permohonan kepada Tim Udara Nasional untuk mengerahkan helikopter Black Hawk guna membantu upaya pemadaman dari udara. Hingga saat ini, proses pemadaman api masih terus berlangsung.
Setelah menerima laporan pada pukul 11:17 hari ini, Biro Pemadam Kebakaran Kota Taipei telah secara bertahap mengerahkan 5 mobil komando, 24 unit mobil damkar, 1 ambulans, dan 87 personel ke lokasi kejadian untuk melakukan upaya pemadaman. Selain itu, pihaknya juga mengerahkan sebanyak 2 unit drone guna memantau perkembangan kobaran api dari udara. Biro Pemadam Kebakaran Kota Taipei yang berada di wilayah sekitar pun turut memberikan bantuan dengan mengirimkan 2 unit kendaraan dan 4 personel ke lokasi.
Petugas pemadam kebakaran menjelaskan bahwa titik kebakaran berada di dalam kawasan hutan pegunungan yang tidak memiliki akses jalan di sekitarnya, sehingga mobil damkar tidak dapat langsung mencapai lokasi kejadian untuk melakukan penyemprotan air. Oleh karena itu, para petugas harus memanggul selang air secara manual dan berjalan kaki menuju lokasi yang lebih dekat dengan titik api. Setelah itu, mereka menyambungkan selang secara satu per satu untuk mencoba menyemprotkan air dan memadamkan api.
Sementara itu, pihak Administrasi Taman Nasional Yangmingshan menyatakan bahwa kemungkinan penyebab kebakaran adalah terbakarnya alat pemantau kualitas udara yang dipasang oleh National Center for High-Performance Computing di bawah National Institutes of Applied Research, sebagai bagian dari proyek IoT untuk kepentingan publik.
Namun, hingga saat ini informasi tersebut belum dikonfirmasi oleh Biro Pemadam Kebakaran. Pihak pemadam kebakaran menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah pemadaman api, dan penyelidikan penyebab kebakaran secara rinci akan dilakukan setelah api berhasil sepenuhnya dipadamkan.