(Taiwan, ROC) -- Hominini Denisova atau manusia Denisova ditemukan di Taiwan! Majalah ilmiah “Science” hari ini (11/4) merilis sebuah artikel penelitian terbaru, memastikan menemukan fosil mandibula dari manusia purba pada tahun 2015 di Taiwan adalah manusia Denisova berjenis kelamin pria. Sehubungan fosil manusia Denisova sebelumnya ditemukan di Siberia dan Tibet, dengan penemuan ini maka memperlihatkan bahwa manusia Denisova tidak hanya hidup di kawasan dingin, mereka juga mungkin hidup di daerah tropis, membuka lembaran baru dari evolusi manusia.
Laporan hasil penemuan manusia Denisova di Taiwan yang dipimpin oleh Takumi Tsutaya dari The Graduate University for Advanced Studies, Wakil Profesor Institute of Ecology and Evolutionary Biology National Taiwan University Tsai Zheng-hsiu (蔡政修), beserta tim peneliti dari National Museum of Natural Science.
Profesor Tsai Zheng-hsiu (蔡政修) ketika menerima wawancara dari Radio Taiwan Internansional (Rti) menyampaikan, dalam peneliatian dari Ahli Genetik Swedia Svante Pääbo pada tahun 2010 mengemukakan bahwa fosil manusia purbakala yang ditemukan di Siberia adalah jenis baru manusia Denisova, penelitian ini juga mendapat Nobel Fisiologi .
Namun sebelumnya membuktikan bahwa manusia Denisova hanya ditemukan di Siberia dan Tibet, kali ini ditemukan di Taiwan yang termasuk area subtropis, sehingga membuktikan bahwa manusia Denisova dapat beradaptasi dengan cakupan yang lebih besar dan mungkin manusia Denisova juga hidup di Asia Tenggara, hal ini membuka lembaran baru dari evolusi manusia purba.
Profesor Tsai Zheng-hsiu (蔡政修) juga mengungkit, manusia Denisova di Taiwan ditemukan dalam penggalian di palungan samudera Penghu, sehubungan dengan lokasinya berada di daerah subtropis yang lembab sehingga tidak mudah untuk mengambil sampel dari pecahan batu untuk memeriksa DNA, sehingga mereka menggunakan metode analisa protein untuk memastikan penemuan tersebut adalah manusia Denisova.