(Taiwan, ROC) -- Cuaca akhir-akhir ini terasa hangat dan dingin, dengan perbedaan suhu yang tajam antara siang dan malam hari, sehingga meningkatkan kemungkinan serangan penyakit kardiovaskular. Direktur unit perawatan intensif jantung dari Pusat Kardiovaskular Rumah Sakit Cathay, Chang Chao-chien (張釗監) menyampaikan pada tanggal 7 April, bahwa perbedaan suhu yang besar dapat mempermudah terlepasnya plak vascular, sehingga kemungkinan infark miokard (serangan jantung) dan stroke serebral lebih tinggi daripada di musim dingin. Ia menghimbau kelompok berisiko tinggi, seperti orang lanjut usia dan pasien dengan “tiga gejala tinggi” memakai pakaian aneka lapis dan melakukan kegiatan yang menghangatkan dengan baik.
Berdasarkan data statistik dari Ditjen Kesehatan Nasional (NHI) tahun 2023 terkait penyebab kematian nasional, rata-rata satu orang meninggal karena penyakit jantung dalam waktu kurang dari 30 menit. Suhu berubah drastis di musim semi. Setiap kali suhu turun tiba-tiba, pembuluh darah menyempit, yang dapat dengan mudah menyebabkan tekanan darah tinggi dan peningkatan signifikan dalam kejadian penyakit kardiovaskular.
Direktur unit perawatan intensif jantung dari Pusat Kardiovaskular Rumah Sakit Cathay, Chang Chao-chien menyampaikan dalam sebuah wawancara, bahwa musim dingin merupakan musim dengan insiden serangan jantung tinggi, tapi di musim semi dengan cuaca hangat dan dingin serta perbedaan suhu yang besar, maka ketika suhu berubah dengan cepat, pembuluh darah juga akan berkontraksi secara drastis, sehingga risiko timbulnya pentakit kardiovaskular lebih tinggi daripada di musim dingin.
Chang Chao-chien menunjukkan, bahwa gejala khas dari infark miokard (serangan jantung) adalah sesak dada dan nyeri dada. Rasa nyeri tersebut seperti ditekan batu dan dapat menjalar ke bagian tubuh lain, seperti leher, lengan kiri, punggung, dan lain-lain, bahkan dapat menyebabkan keringat dingin. Gejala stroke terutama berupa kelainan wajah, termasuk ekspresi wajah asimetris, lidah miring ke satu sisi, dan senyum miring ke satu sisi. Anggota tubuh mungkin terpengaruh oleh tangan atau kaki atau kelemahan tangan dan kaki secara tiba-tiba.
Chang mengutarakan, bahwa orang lanjut usia dan mereka yang memiliki “tiga hal tinggi” (tekanan darah, gula darah, kolesterol tinggi) merupakan kelompok berisiko tinggi terhadap penyakit kardiovaskular. Secara klinis, sering terlihat banyak kasus orang berusia 40-50 tahun yang mengabaikan gejala “tiga hal tinggi” hingga akhirnya menderita serangan jantung mendadak.
Mengenai cara mencegah penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh perbedaan suhu yang sangat besar di musim semi, Chang pun menganjurkan agar orang-orang berpakaian berlapis seperti bawang. Jika Anda terbiasa bangun pagi untuk berolahraga, sebaiknya lakukan sedikit pemanasan. Asupan harian harus mencakup lebih sedikit minyak, sedikit garam, dengan banyak buah dan sayuran. Mereka yang memiliki tiga hal tinggi harus minum obat secara teratur.